MAGETAN - Pemerintah Kabupaten Magetan menargetkan Program Sekolah Rakyat Rintisan mulai aktif pada tahun ajaran baru Juli 2026. Program ini diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan direncanakan dipusatkan di Gedung Graha Pusat Literasi Plaosan, Kecamatan Plaosan.
Sekolah Rakyat Rintisan menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari kelompok masyarakat kurang mampu, khususnya yang masuk kategori desil satu berdasarkan data sosial. Penetapan lokasi di Graha Pusat Literasi Plaosan dilakukan setelah melalui evaluasi sejumlah alternatif lokasi.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Magetan, Parminto Budi Utomo, menyampaikan bahwa sebelumnya sempat dipertimbangkan penggunaan bekas bangunan SD Selosari 4. Namun, bangunan tersebut dinilai kurang memenuhi persyaratan dan membutuhkan biaya perbaikan yang cukup besar. Oleh karena itu, Gedung Graha Pusat Literasi Plaosan dinilai lebih representatif dan siap digunakan untuk mendukung pelaksanaan program.
Untuk tenaga pendidik, Parminto menjelaskan penentuannya akan dilakukan oleh kementerian terkait. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Magetan mengusulkan empat rombongan belajar, terdiri dari dua rombel jenjang sekolah dasar dan dua rombel jenjang sekolah menengah pertama, dengan total kuota sebanyak 100 peserta didik.
Baca Juga : Update Sekolah Rakyat Rintisan Magetan, Diharapkan Mulai Tahun Ajaran Baru
Seluruh peserta didik akan direkrut dari kelompok masyarakat desil satu berdasarkan data sosial. Proses seleksi dilakukan secara ketat dengan melibatkan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), dilanjutkan dengan identifikasi dan verifikasi data calon siswa menggunakan basis data DTSEN.
Berdasarkan data yang ada, jumlah anak usia tujuh tahun di Kabupaten Magetan yang masuk kategori desil satu mencapai sekitar 2.400 anak. Sementara itu, untuk rentang usia dua hingga 18 tahun, terdapat sekitar 6.000 hingga 8.000 anak yang masuk kategori desil satu hingga desil lima. Kondisi ini membuat proses seleksi calon peserta didik Sekolah Rakyat Rintisan dipastikan berlangsung ketat, menyesuaikan dengan kuota yang tersedia.
Editor : JTV Madiun



















