LAMONGAN - Kebutuhan biaya pendidikan menjelang tahun ajaran baru membuat sejumlah orang tua di Lamongan mencari cara untuk mendapatkan uang tunai secara cepat. Salah satunya dengan menggadaikan barang berharga milik mereka ke Pegadaian.
Fenomena ini terlihat di Kantor Pegadaian Lamongan yang mengalami peningkatan aktivitas nasabah dibandingkan hari-hari biasa. Dalam sepekan terakhir, warga silih berganti datang membawa barang berharga untuk digadaikan.
Kepala Cabang Pegadaian Lamongan, Hidayatullah Erlin, menyebut jumlah nasabah mengalami kenaikan sekitar 30 persen dibandingkan kondisi normal. Peningkatan ini terjadi karena banyak masyarakat membutuhkan tambahan dana untuk persiapan masuk sekolah.
“Kenaikan jumlah nasabah pada momentum tahun ajaran baru ini mencapai sekitar 30 persen. Nasabah menggadaikan barang karena membutuhkan dana untuk keperluan pendaftaran sekolah, pembayaran uang sekolah, maupun kebutuhan pribadi lainnya,” terang Erlin.
Erlin mengungkapkan, perhiasan emas menjadi salah satu barang yang paling banyak dijadikan jaminan
“Paling banyak nasabah menggadaikan perhiasan. Emas batangan, cincin, hingga kalung menjadi barang yang banyak dibawa warga untuk mendapatkan dana tambahan,” ujarnya.
Menurutnya, layanan gadai menjadi pilihan warga karena proses pencairan dana relatif cepat dan persyaratannya mudah. Masyarakat juga masih memiliki kesempatan untuk mengambil kembali barang yang digadaikan setelah kewajibannya diselesaikan.
Sementara itu, para orang tua mengaku memilih menggadaikan barang berharga untuk sementara waktu karena kebutuhan sekolah harus dipenuhi dalam waktu bersamaan. Terutama saat memasuki tahun ajaran baru, pengeluaran keluarga biasanya mengalami peningkatan. Selain untuk biaya perlengkapan sekolah, dana hasil gadai juga digunakan untuk berbagai kebutuhan hidup lainnya. (*)
Editor : A. Ramadhan

















