SURABAYA - Kericuhan terjadi dalam konser gratis yang digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pada Minggu (5/7//2026) malam. Konser panggung hiburan rakyat dengan bintang tamu Denny Cak Nan ini digelar di kawasan eks Hi-Tech Mall dalam rangka soft launching Creative Hub Surabaya Expo Center atau SUBEC.
Akibat lonjakan jumlah pengunjung yang datang, pergelaran ini berujung ricuh hingga memakan korban luka. Kericuhan tersebut dipicu oleh aksi penonton di luar area yang memaksa masuk meskipun kapasitas tempat sudah penuh.
Aksi penonton yang memaksa masuk dan tidak mengindahkan arahan petugas memicu terjadinya aksi saling dorong. Akibatnya, pagar pembatas bagian depan area konser pun jebol, hingga menyebabkan sebanyak 21 orang penonton dan petugas mengalami luka-luka. Dari total korban tersebut, 8 orang ditangani di lokasi, 1 orang dipulangkan, dan 12 orang dilarikan ke RSUD dr. Soewandhie Surabaya.
"Saya tidak hadir saat acara kemarin karena harus mendampingi pihak kementerian, sehingga saya masih mengevaluasi penyebab pasti kejadian tersebut," kata Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.
Pihak Pemkot Surabaya terus melakukan penelusuran lebih lanjut terkait meledaknya jumlah penonton yang datang ke lokasi acara. Berdasarkan hasil pengamatan sementara, lonjakan massa tersebut terjadi karena faktor asal daerah pengunjung.
"Diduga banyak penonton yang datang berasal dari luar Surabaya," jelasnya.
Sebelum kericuhan terjadi pada pukul 19.30 WIB, jalannya konser gratis ini sebenarnya sempat berlangsung lancar dan meriah. Agenda pesta rakyat ini sudah dimulai sejak pukul 4 sore yang dibuka oleh penampilan dari musisi Fusion Jazz Community serta Band Princessia.
"Dari dua belas orang yang dirawat di RSUD dr. Soewandhie, sepuluh orang di antaranya sudah pulang," tambah Eri Cahyadi.
Meski sebagian besar penonton yang terluka sudah diperbolehkan kembali ke rumah, Pemkot Surabaya mengonfirmasi masih ada korban yang membutuhkan penanganan medis intensif di rumah sakit akibat dampak dari insiden tersebut.
"Namun dua orang masih harus dirawat karena patah tulang, sehingga harus dilakukan operasi," pungkasnya.
Editor : Iwan Iwe



















