SINGAPURA - Tim dayung Stand Up Paddle (SUP) Indonesia yang bernaung di bawah Maliko SUP Club Jakarta kembali mengukir prestasi gemilang di kancah internasional. Tampil perkasa selama dua hari berlaga pada 27–28 Juni 2026, para atlet Indonesia hampir mendominasi seluruh kelas yang diperlombakan dalam kejuaraan bergengsi yang digelar di Constant Wind, Singapura.
Sembilan atlet terbaik yang diturunkan sukses membawa pulang total 23 medali, yang terdiri dari 16 medali emas, 5 perak, dan 2 perunggu. Seluruh medali tersebut diraih dari tiga nomor utama yang dilombakan, yaitu Technical, Sprint 150 M, dan Long Distance 3-6 KM.
Ryco Arnaldo, pelatih sekaligus official tim, mengungkapkan bahwa kesembilan atlet yang bertanding merupakan putra-putra terbaik yang berasal dari DKI Jakarta dan Sumatra Utara. Menurutnya, Maliko merupakan satu-satunya klub SUP di Indonesia yang secara aktif dan konsisten menjaring potensi atlet daerah untuk disiapkan menuju panggung dunia.
“Potensi atlet SUP Indonesia sangat luar biasa. Sebagai negara dengan sebagian besar wilayahnya berupa perairan, daerah-daerah di Indonesia sangat berpotensi menjadi lumbung atlet yang mampu mendulang emas di berbagai kejuaraan Stand Up Paddle level dunia,” jelas Ryco.
Meski demikian, Ryco juga memberikan catatan mengenai pentingnya dukungan yang lebih solid dari pihak regulator.

“Hanya saja, perhatian pemerintah belum sepenuhnya terfokus pada olahraga yang sedang naik daun ini. Padahal jika pemerintah serius, keberadaan olahraga SUP ini dapat dikawinkan dengan industri pariwisata dengan mengadopsi pariwisata berbasis sport tourism event”, tambahnya.
Salah satu cerita inspiratif datang dari Keefe, atlet SUP asal Kota Tangerang yang sukses menyabet 3 medali emas. Siswa kelas XI Sekolah Menengah Atas (SMA) Tunas Harapan ini harus bekerja keras memacu papan dayungnya demi menumbangkan perlawanan sengit dari atlet Malaysia dan tuan rumah Singapura.
Kemenangannya tidak didapat dengan mudah. Keefe sempat mengalami insiden di tengah jalannya perlombaan.
“Saya sempat jatuh di race kelas technical dan berada di posisi terakhir. Tapi saya tetap optimis dan tenang, sehingga di putaran terakhir saya dapat memanfaatkan kelengahan lawan dan akhirnya berhasil meraih podium satu,” ungkap Keefe bangga.
Dominasi yang ditunjukkan oleh Maliko SUP Club tidak hanya mengharumkan nama bangsa, tetapi juga mengirimkan sinyal kuat bahwa dengan pembinaan yang tepat dan dukungan ekosistem yang serius, Indonesia memiliki modal yang lebih dari cukup untuk mendulang prestasi olahraga air di tingkat internasional. (*)
Editor : A. Ramadhan



















