MADIUN - Momen tahun ajaran baru yang biasanya menjadi berkah bagi para pedagang seragam sekolah, kini justru terasa berbeda di Pasar Besar Madiun. Alih-alih ramai diserbu pembeli, sejumlah lapak seragam sekolah terlihat lengang. Para pedagang mengaku jumlah pembeli tahun ini jauh menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Padahal, pada musim ajaran baru tahun-tahun sebelumnya, satu lapak pedagang biasa menjual hingga 10 stel seragam dalam sehari. Kini, kondisinya jauh berbeda. Penjualan turun drastis, bahkan tidak jarang ada hari-hari yang benar-benar sepi tanpa satu pun transaksi.
Salah satu pedagang seragam, Wiwik Tri Astuti, mengungkapkan bahwa sepinya penjualan ini tidak lepas dari maraknya tren belanja melalui pasar online. Ditambah lagi, adanya program pemberian kain seragam gratis dari Pemerintah Kota Madiun kepada para siswa turut memengaruhi jumlah pembeli yang datang ke pasar.
Wiwik menambahkan, para pedagang sebenarnya pernah mendapatkan pelatihan berjualan secara daring dari pihak terkait. Sayangnya, program tersebut tidak berlanjut, sehingga mereka kembali mengandalkan penjualan langsung secara konvensional di pasar.
"Dulu satu hari paling nggak kita bisa menjual 8 sampai 9 stel, sekarang kadang satu hari aja enggak laku. Kondisi pasar sangat memprihatinkan, sangat-sangat memprihatinkan," ujar Wiwik.
Meski penjualan lesu, Pasar Besar Madiun rupanya masih menjadi tujuan sejumlah pembeli, termasuk yang datang dari luar kota. Salah satunya Ita Dwi Rahayu, warga Nglames, Kabupaten Madiun, yang tetap memilih membeli seragam secara langsung. Alasannya sederhana, ia bisa mencoba ukuran yang pas sekaligus membandingkan harga antar lapak sebelum memutuskan membeli.
Untuk harga, seragam ukuran standar dibanderol sekitar Rp120.000 per stel untuk jenjang SD, sementara untuk SMP dan SMA berkisar Rp150.000 ribu per stel.
"Karena harganya lebih miring dan tahu ukurannya juga. Kondisi pasar sekarang sepi dan memprihatinkan. Tapi kalau saya sendiri lebih baik ke tokonya langsung, jadi bisa melihat bahannya dan bisa dicoba juga," kata Ita.
Di tengah persaingan dengan pasar online yang terus meningkat, para pedagang seragam di Pasar Besar Madiun berharap kondisi pasar dapat kembali ramai seperti sedia kala. Peningkatan penjualan bukan sekadar soal keuntungan, namun juga menjadi penopang utama untuk memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari sekaligus membayar sewa lapak yang mereka tempati di pasar tersebut.
Editor : Iwan Iwe

















