MAGETAN - Sejumlah petani di Desa Bogorejo, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, dibuat resah setelah tujuh unit pompa air milik mereka hilang diduga dicuri orang tak dikenal. Kejadian yang terjadi dalam satu malam tersebut mengancam proses pengairan sawah di tengah meningkatnya kebutuhan air saat musim kemarau.
Pencurian diketahui terjadi di area persawahan Desa Bogorejo. Para petani baru menyadari hilangnya pompa saat hendak mengairi sawah pada malam hari.
Menurut keterangan warga, sebelum waktu magrib seluruh pompa masih berada di lokasi dan digunakan untuk kebutuhan pengairan. Namun beberapa jam kemudian, saat petani kembali ke sawah, sejumlah pompa sudah tidak berada di tempatnya.
Setelah dilakukan pengecekan, diketahui total tujuh unit pompa air milik empat petani telah raib. Diduga, pompa-pompa tersebut dicuri oleh pelaku yang memanfaatkan kondisi persawahan yang sepi pada malam hari.
Baca Juga : Serangan Tikus Dan Wereng Muncul, Petani Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Hilangnya pompa air menjadi pukulan berat bagi para petani. Pasalnya, pada musim kemarau seperti saat ini, keberadaan pompa sangat dibutuhkan untuk menjaga pasokan air bagi tanaman padi.
Tanpa pompa, jadwal pengairan sawah menjadi terganggu. Para petani pun terpaksa mencari peralatan pengganti agar tanaman tetap mendapatkan suplai air yang cukup dan terhindar dari risiko penurunan hasil panen.
Salah seorang korban pencurian, Amir Saripudin, mengaku sangat dirugikan akibat kejadian tersebut. Selain menghambat aktivitas pertanian, ia juga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mengganti peralatan yang hilang.
Baca Juga : TPS Parang Disegel Warga, DLH Magetan Soroti Pelanggaran SOP Pengelolaan Sampah
"Pompa ini sangat penting untuk mengairi sawah, apalagi sekarang musim kemarau. Kami sangat dirugikan karena harus mencari pengganti agar tanaman tidak kekurangan air," ujar Amir Saripudin.
Selain mengganggu aktivitas pertanian, kehilangan pompa juga menambah beban biaya bagi petani. Harga satu unit pompa air diketahui mencapai jutaan rupiah, sementara sebagian besar modal petani telah digunakan untuk biaya produksi dan perawatan tanaman.
Kepala Desa Bogorejo, Ari Supriadi, menyebut total kerugian akibat hilangnya tujuh unit pompa air diperkirakan mencapai belasan juta rupiah.
Baca Juga : TPA Milangasri Kritis, DLH Magetan Akui Kapasitas Penampungan Sampah Sudah Maksimal
"Kerugian yang dialami para petani cukup besar. Kejadian ini sangat merugikan karena terjadi saat kebutuhan air untuk lahan pertanian sedang tinggi akibat musim kemarau," kata Ari Supriadi.
Ia juga mengungkapkan bahwa kasus pencurian peralatan pertanian bukan kali pertama terjadi di wilayahnya. Bahkan, kejadian serupa disebut berulang hampir setiap musim tanam dan hingga kini belum ada pelaku yang berhasil ditangkap.
"Warga sudah sering mengeluhkan kasus pencurian peralatan pertanian. Kami berharap ada langkah serius agar kejadian seperti ini tidak terus berulang," tambahnya.
Baca Juga : Belum Tuntas, Dewan Syuro PKB Ajak Publik Kawal Skandal Pokir
Kasus pencurian tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan dari para korban untuk kepentingan penyelidikan.
Maraknya pencurian pompa air membuat sejumlah petani mulai meningkatkan pengawasan di area persawahan, terutama pada malam hari. Mereka berharap pelaku segera tertangkap sehingga aktivitas pertanian dapat kembali berjalan normal tanpa dibayangi ancaman kehilangan peralatan pengairan.
Editor : JTV Madiun



















