PROBOLINGGO - Niat menagih sisa hutang sebesar 500 ribu rupiah berujung petaka. Seorang pria di Kabupaten Probolinggo dibacok saat berpapasan dengan orang yang hendak ditagih di tengah jalan desa.
Korban bernama Supandang, (40) , warga Desa Jrebeng, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo. Ia mengalami luka bacok di sejumlah bagian tubuh, termasuk leher dan punggung, hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Peristiwa tersebut terjadi di Desa Tunggakcerme, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, pada Selasa (11/8/2026) sore.
Rekaman video amatir yang beredar memperlihatkan korban dalam kondisi bersimbah darah di tengah jalan. Sejumlah warga dan keluarga tampak panik memberikan pertolongan kepada korban.
Darah korban bahkan terlihat membasahi pakaian dan aspal jalan. Warga kemudian mengevakuasi korban ke IGD RSUD Ar Rozy Kota Probolinggo menggunakan kendaraan roda tiga untuk mendapatkan penanganan medis.
Kepala Desa Jrebeng, Ruslan, mengatakan informasi awal yang diterima pihaknya menyebut korban hendak menagih sisa hutang kepada terduga pelaku.
“Informasinya korban menagih hutang kepada pelaku saat keduanya berpapasan di jalan desa. bukannya membayar, pelaku justru membacok korban,” ujar Ruslan.
Menurut Ruslan, hingga kini belum diketahui secara pasti alasan terduga pelaku sampai melakukan pembacokan.
“Untuk motif pastinya kami belum mengetahui. Yang jelas, kejadian tersebut terjadi setelah korban hendak menagih hutang,” katanya.
Pasca kejadian, anggota Unit Reskrim Polsek Wonomerto mengamankan dua orang yang merupakan bapak dan anak, yakni Riyadi (60), dan Kosnadi (35). Keduanya merupakan warga Desa Tunggakcerme, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo.
Setelah dilakukan penyelidikan, polisi menetapkan Kosnadi sebagai terduga pelaku pembacokan. Sementara Riyadi masih menjalani pemeriksaan untuk mendalami keterlibatannya dalam peristiwa tersebut.
Plt Kasi Humas Polres Probolinggo Kota, Iptu Zainullah, membenarkan adanya peristiwa pembacokan tersebut. Ia mengatakan penyidik masih melakukan pemeriksaan secara intensif.
“Benar, ada kejadian pembacokan. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan dan pendalaman oleh penyidik reskrim,” ujar Zainullah.
Polisi juga masih mendalami kronologi lengkap serta motif pembacokan dengan meminta keterangan sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti.
Sementara itu, korban hingga kini belum dapat dimintai keterangan karena masih menjalani perawatan akibat luka bacok yang cukup serius.
“Korban belum bisa dimintai keterangan karena kondisinya masih dalam perawatan. Luka yang dialami cukup serius di beberapa bagian tubuh,” jelas Zainullah.
Polisi masih terus melakukan pendalaman untuk memastikan rangkaian kejadian dan motif pembacokan sebelum menentukan proses hukum selanjutnya. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















