Menu
Pencarian


EV vs Petrol vs Hybrid: Menimbang Pilihan Paling Logis untuk Warga Surabaya

Portaljtv.com - Rabu, 12 Agustus 2026 17:15
EV vs Petrol vs Hybrid: Menimbang Pilihan Paling Logis untuk Warga Surabaya
Mobil EV, Hybrid, dan Bensin (Foto: Team Toyota)

SURABAYA - Jalanan protokol Kota Surabaya kini menyajikan pemandangan yang berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Di tengah padatnya lalu lintas Jalan Basuki Rahmat, Ahmad Yani, hingga kawasan Mayjend Sungkono, mobil berplat nomor lis biru Electric Vehicle dan mobil berteknologi Hybrid semakin sering membelah kemacetan bersama ribuan kendaraan bermesin bensin konvensional.

Transisi energi di sektor otomotif Kota Pahlawan ini menghadirkan dilema baru bagi calon pembeli kendaraan: Haruskah langsung beralih ke mobil listrik murni EV, bertahan pada mobil bensin murni, atau mengambil jalan tengah dengan mobil hybrid?

Infrastruktur Charging di Surabaya: Sudah Ada, Tapi Belum Spontan. Dari segi fasilitas publik, keberadaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Surabaya sebenarnya sudah tumbuh signifikan. PLN bersama pihak swasta telah memasang titik pengisian daya di lokasi strategis, mulai dari pusat perbelanjaan Grand City, Tunjungan Plaza, Ciputra World, fasilitas publik seperti Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ), hingga area hotel dan kantor PLN.

Namun, tantangan di lapangan bukan lagi soal ada atau tidaknya tempat pengisian, melainkan faktor durasi dan tipe pengisian. Mayoritas SPKLU publik di pusat kota masih bertipe Medium hingga Fast Charging yang membutuhkan waktu tunggu 1 hingga 3 jam. Sedangkan fasilitas Ultra Fast Charging dengan durasi 15–30 menit masih sangat terbatas.

Baca Juga :   Pemkot Surabaya Sediakan Fasilitas SPKLU untuk Kendaraan Listrik di TIJ

Dalam hal efisiensi operasional harian di jalanan Surabaya yang sering stop-and-go, perbandingan ketiga teknologi ini cukup kontras:

Mobil bensin murni menjadi yang paling menguras kantong untuk penggunaan harian. Sebaliknya, EV menang telak dalam hal efisiensi energi dan biaya servis berkala yang minim karena tidak memiliki komponen mesin pembakaran internal.

Baca Juga :   PLN Resmikan SPKLU di Uniska Kediri, Kampanye Kendaraan Listrik Kian Dikebut

Kekhawatiran terbesar masyarakat Surabaya untuk beralih ke EV terletak pada isu ketahanan baterai yang dianggap akan drop signifikan setelah 5 tahun layaknya baterai smartphone. Secara teknis, persepsi tersebut adalah mitos. Baterai mobil listrik modern seperti LFP atau NMC dilengkapi dengan sistem Battery Management System dan pendingin cairan canggih yang mencegah overheating. Baterai dirancang tahan hingga ribuan siklus pengisian penuh, dengan tingkat degradasi di bawah 20% bahkan setelah pemakaian 8 tahun atau 150.000 km. Ditambah lagi, mayoritas pabrikan memberikan garansi baterai hingga 8 tahun.

Resiko EV muncul pada usia kendaraan di atas 10 tahun atau setelah masa garansi habis. Jika modul baterai utama mengalami kerusakan total, biaya penggantian bisa mencapai 40%–50% dari harga kendaraan saat baru. Pada mobil bensin konvensional, meski komponen mesin mulai aus setelah 10 tahun, biaya perbaikannya bisa dicicil secara eceran melalui jaringan bengkel independen yang sudah sangat matang di Surabaya.

Apakah Hybrid Menjadi Solusi Paling Realistis?

Melihat peta infrastruktur dan kekhawatiran masyarakat saat ini, mobil Hybrid mengemuka sebagai "solusi transisi" paling ideal untuk karakteristik Kota Surabaya. Bebas Range Anxiety: Tidak bergantung pada ketersediaan SPKLU karena menggunakan pengisian daya mandiri dari mesin dan pengereman regeneratif. Irit di Kemacetan: Dalam kondisi jalanan macet Surabaya, sistem hybrid otomatis menggunakan motor listrik, sehingga konsumsi BBM bisa mencapai 20–25 km/liter. Risiko Baterai Lebih Rendah: Kapasitas baterai hybrid jauh lebih kecil dibanding EV. Jika harus diganti setelah bertahun-tahun pemakaian, biayanya jauh lebih terjangkau.

Mana yang Harus Dipilih? Keputusan akhir kembali pada profil dan kebutuhan mobilitas warga Surabaya:

Pilih EV jika: Anda memiliki garasi dan daya listrik cukup di rumah, rute harian didominasi area dalam kota/Sidoarjo/Gresik, dan ingin menekan biaya operasional harian hingga level terendah.

Pilih Hybrid jika: Anda menginginkan efisiensi bahan bakar tinggi di tengah kemacetan kota, sering bepergian luar kota tanpa mau repot mencari tempat charge, dan mencari ketenangan untuk penggunaan jangka panjang.

Pilih Petrol jika: Anda mencari harga beli awal yang lebih terjangkau serta kemudahan perawatan di bengkel mana pun hingga belasan tahun ke depan.

(Oliviero Michael Putra R)

Editor : Iwan Iwe






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.