Menu
Pencarian


Keracunan Massal 32 Siswa-Guru di Sidoarjo: Dinkes Terjunkan Tim Epidemiologi, Kantin Sekolah Ditutup

Bagoes Ri - Senin, 10 Agustus 2026 16:39
Keracunan Massal 32 Siswa-Guru di Sidoarjo: Dinkes Terjunkan Tim Epidemiologi, Kantin Sekolah Ditutup
Sanatarian Puskesmas Sukodono tengah mengecek sampling air di kantin sekolah SD Islam Ar Rahmah Sukodono, untuk (PE) Penyelidikan Epidemiologi pada Senin (10/8/2026)

SIDOARJO - Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan siswa dan guru di Sekolah Dasar Islam (SDI) Ar Rahmah, Dusun Lengki, Desa Suruh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo terus bergulir. Senin (10/8/2026) siang, tim kesehatan bergerak cepat melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) mendalam untuk menguak penyebab pasti insiden tersebut.

Setelah sebelumnya mengamankan sampel makanan kantin. Maraton, Tim Puskesmas Sukodono kembali menerjunkan petugas ke lokasi. Kali ini, petugas memfokuskan penyelidikan pada kelayakan air bersih dengan mengambil sampel air di kantin sekolah serta empat rumah warga yang berada di sekitar lembaga pendidikan tersebut.

Sanitarian Puskesmas Sukodono, Eli, mengungkapkan bahwa langkah uji sampling air bersih ini sangat krusial. Petugas medis ingin memeriksa secara menyeluruh kandungan kimia hingga aspek bakteriologi dari air yang digunakan di lingkungan sekolah.

"Kami melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) serta mengambil sampling air bersih ini untuk pemeriksaan laboratorium lebih lanjut, baik dari sisi pemeriksaan kimia maupun bakteriologinya," ujar Eli saat ditemui di lokasi, Senin (10/8/2026).

Penyelidikan lapangan ini juga dikawal langsung oleh jajaran Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Sukodono beserta Camat Sukodono, Ineke Dwi Setiawati, guna memastikan langkah penanganan berjalan cepat dan kondusif.

Kantin Sekolah Ditutup

Imbas dari insiden yang meresahkan para orang tua murid ini, pihak sekolah mengambil tindakan tegas. Aktivitas kantin dalam sekolah SD Islam Ar Rahmah resmi dihentikan total sampai batas waktu yang belum ditentukan.

"Kantin sekolah saat ini sudah kami tutup untuk sementara hingga waktu yang tidak ditentukan, sampai ada hasil pasti (uji laboratorium) dari tim kesehatan," tegas Kepala Sekolah SD Islam Ar Rahmah, Niswatun Khalim.

Kondisi Terbaru Korban: 3 Orang Masih Opname

Berdasarkan data pemutakhiran per Senin (10/8), total korban keracunan massal ini ternyata 32 orang, yang terdiri dari siswa dan guru. Mayoritas korban kini sudah menunjukkan tren kesembuhan yang signifikan.

Sebanyak 27 siswa dan 2 orang guru dinyatakan membaik dan sudah diperbolehkan pulang untuk menjalani rawat jalan. Namun, tiga korban lainnya dilaporkan masih harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Dua orang guru hingga saat ini masih dirawat di RS Assakinah Medika, sementara satu orang siswa masih dirawat di RS Mitra Keluarga Sidoarjo.

Kronologi Awal: Petaka Jajanan Frozen Food 

Kejadian mencekam ini bermula pada Jumat (7/8/2026) lalu. Ruang Instalasi Rawat Darurat (IRD) RS Assakinah Medika Sukodono mendadak dipadati oleh puluhan orang tua murid yang panik. Saat itu puluhan siswa dari kelas 3 dan 4 SD Islam Ar Rahmah Sukodono dilarikan ke rumah sakit secara bersamaan.

Rata-rata siswa mengeluhkan kondisi tubuh yang lemas mendadak disertai rasa nyeri hebat di bagian perut usai mengonsumsi makanan di kantin saat jam sekolah.

"Perutnya sakit sekali dan lemas setelah makan jajanan frozen food yang dijual di dalam kantin sekolah," aku Nazira, salah seorang siswi yang sempat mendapat penanganan medis di IRD.

Dokter Jaga IRD RS Assakinah Medika, dr. Ilham Muhammad Kevin, menyatakan hasil diagnosis awal menunjukkan bahwa para pasien cilik tersebut mengalami infeksi saluran pencernaan akut.

"Dari hasil pemeriksaan awal, puluhan siswa ini mengalami infeksi pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh faktor makanan," terang dr. Ilham.

Kasus keracunan massal ini kini tengah ditangani secara serius oleh aparat kepolisian Polresta Sidoarjo. Tim penyidik telah bergerak memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan sampel sisa makanan frozen food untuk diuji secara klinis di Laboratorium Forensik.

Editor : Iwan Iwe






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.