Menu
Pencarian


Tingkatkan Kompetensi, 209 Guru PAUD se-Kota Probolinggo Ikuti Bimtek Coding dan AI

Farid Fahlevi - Rabu, 12 Agustus 2026 15:45
Tingkatkan Kompetensi, 209 Guru PAUD se-Kota Probolinggo Ikuti Bimtek Coding dan AI
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Setiorini Sayekti saat membuka Bimtek. (Foto: Farid Fahlevi)

PROBOLINGGO - Sebanyak 209 guru pendidikan anak usia dini atau paud se-Kota Probolinggo mengikuti Bimbingan teknis (Bimtek) penguatan model pembelajaran berbasis coding dan kecerdasan buatan atau AI (Artificial Intelligence).

Bimtek yang digelar selama dua hari, 12 hingga 13 Agustus 2026, tersebut berlangsung di Ballroom Hotel Pasebansena, Kota Probolinggo. Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi, sekaligus menyesuaikannya dengan perkembangan zaman.

Kegiatan dibuka langsung Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, Setyorini Sayekti. Turut hadir Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Probolinggo, Lucia Aries Yulianti, serta sejumlah narasumber dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Jawa Timur.

Setiorini mengatakan, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan anak usia dini perlu dilakukan secara tepat dan disesuaikan dengan karakteristik anak.

“Bimtek ini kami gelar agar guru paud semakin memahami konsep dasar koding dan kecerdasan artifisial dalam proses pembelajaran,” ujar Setiorini.

Menurutnya, pengenalan coding kepada anak usia dini tidak harus dilakukan dengan materi yang rumit. Konsep koding dapat dikemas melalui permainan dan kegiatan sederhana yang menyenangkan.

“Kita ingin guru memahami bahwa koding untuk anak usia dini bukan sesuatu yang sulit. Bisa melalui permainan, pola, logika, dan kegiatan kreatif yang sesuai dengan usia anak,” jelasnya.

Selain coding, para guru juga dikenalkan dengan pemanfaatan kecerdasan artifisial atau AI. Teknologi tersebut diharapkan dapat membantu guru menghasilkan media pembelajaran yang lebih kreatif dan menarik.

AI bisa dimanfaatkan guru untuk mengembangkan media pembelajaran. Tetapi penggunaannya tetap harus diarahkan dan disesuaikan dengan kebutuhan anak,” kata Setiorini.

Dalam bimtek tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan materi teori. Para guru juga diajak langsung mempraktikkan bagaimana membuat dan mengembangkan media pembelajaran berbasis koding serta kecerdasan artifisial.

“Peserta mendapatkan teori sekaligus praktik. Jadi mereka tidak hanya mendengar materi, tetapi langsung mencoba bagaimana kreativitas guru bisa dituangkan dalam pembelajaran berbasis coding dan AI,” ungkapnya.

Hasil kreativitas para guru tersebut nantinya juga akan mendapatkan ruang untuk dikembangkan melalui kompetisi. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo berencana menggelar lomba inovasi media pembelajaran paud dan pendidikan nonformal pada september mendatang.

“Sebagai bentuk apresiasi sekaligus mendorong kreativitas guru, hasil kreasi media pembelajaran ini akan kami kompetisikan dalam lomba inovasi media pembelajaran PAUD dan PNF pada september,” tambah Setiorini.

Ia menambahkan, transformasi pembelajaran berbasis teknologi tidak boleh membuat guru tertinggal. Seluruh pendidik diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk guru senior yang masih membutuhkan pendampingan.

“Kami juga menyiapkan pendampingan, terutama bagi guru-guru senior yang masih beradaptasi dengan model pembelajaran berbasis digital,” tuturnya.

Pendampingan tersebut dilakukan agar penerapan teknologi dalam pembelajaran dapat berjalan secara bertahap dan merata.

“Jangan sampai ada guru yang merasa tertinggal karena perkembangan teknologi. Kami ingin semuanya bisa mengikuti, tetapi tetap dengan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik pendidikan anak usia dini,” tegas Setyorini.

Menurutnya, era digital menuntut guru untuk tidak berhenti belajar. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga harus mampu menjadi pembelajar yang terus mengikuti perkembangan teknologi.

“Di zaman yang serba digital, guru memang harus melek teknologi. Guru harus terus belajar dan mengikuti perkembangan zaman demi meningkatkan kualitas pendidikan dan mencerdaskan anak bangsa,” pungkasnya.

Melalui bimtek ini, para guru paud di Kota Probolinggo diharapkan mampu mengembangkan pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, dan menyenangkan, tanpa menghilangkan prinsip utama pendidikan anak usia dini. (*)

Editor : M Fakhrurrozi






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.