MAGETAN - Penolakan aktivitas tambang di Desa Sayutan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan terus berlanjut. Warga yang menolak tambang mengaku kecewa karena hingga kini belum ada satu pun anggota DPRD Magetan yang datang menemui masyarakat terdampak.
Puluhan warga dari sejumlah dukuh di Desa Sayutan secara tegas menyatakan penolakan terhadap rencana aktivitas tambang baru di wilayah mereka. Penolakan tersebut dilatarbelakangi kekhawatiran akan dampak lingkungan yang ditimbulkan, mulai dari kerusakan alam hingga terganggunya kehidupan masyarakat sekitar.
Merasa aspirasinya belum mendapat perhatian, dua perwakilan warga mendatangi kantor DPRD Magetan untuk menyampaikan langsung keluhan masyarakat. Mereka meminta wakil rakyat turun tangan serta memfasilitasi dialog antara warga dengan pihak pengelola tambang.
Salah satu perwakilan warga, Dakun, menegaskan bahwa masyarakat menolak jika jalan lingkungan dijadikan akses kendaraan tambang. “Kami sudah berulang kali menyampaikan penolakan. Jalan ini dibangun secara swadaya oleh warga, jadi tidak boleh digunakan untuk kepentingan tambang,” ujarnya.
Penolakan juga diperkuat oleh kekhawatiran warga terhadap sumber mata air yang berada di bawah area rencana tambang. Warga menilai aktivitas penambangan berpotensi mengganggu bahkan merusak sumber air yang selama ini menjadi kebutuhan utama masyarakat.
“Kami sangat bergantung pada sumber air itu untuk kebutuhan sehari-hari. Kalau sampai terganggu, kami tidak tahu harus bagaimana,” tambah Dakun.
Selain itu, lokasi tambang disebut berdekatan dengan makam leluhur yang dikeramatkan serta pemakaman umum yang masih digunakan hingga saat ini. Kondisi tersebut membuat penolakan warga semakin kuat.
Warga juga menyesalkan proses pembukaan akses jalan menuju lokasi tambang yang dinilai dilakukan tanpa sosialisasi maupun izin kepada masyarakat sekitar. Saat ini, aktivitas yang berlangsung disebut masih dalam tahap pembuatan jalan menuju area tambang.
Masyarakat berharap DPRD Magetan segera turun ke lokasi untuk melihat langsung kondisi di lapangan sebelum konflik semakin meluas. “Kami hanya ingin didengar dan dilibatkan dalam keputusan. Harapan kami DPRD segera turun tangan,” tegasnya.
Warga menegaskan tujuan mereka hanya satu, yakni menolak tambang demi menjaga kelestarian lingkungan serta keberlangsungan sumber air di desa mereka.
Editor : JTV Madiun



















