PONOROGO - Menjelang tahun ajaran baru 2026/2027, para orang tua mulai berbondong-bondong mendaftarkan anak mereka ke sekolah. Salah satunya di Sekolah Rakyat Terintegrasi 5 Ponorogo yang saat ini telah menetapkan 76 peserta didik baru, terdiri dari 30 siswa jenjang SMP, 30 siswa jenjang SMA, dan 16 siswa jenjang SD dari total kuota 30 siswa yang disediakan untuk jenjang tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menjelaskan seluruh peserta didik akan mengikuti kegiatan belajar mengajar sementara di Sekolah Rakyat permanen di Madiun. Kebijakan ini diambil sambil menunggu pembangunan gedung Sekolah Rakyat Ponorogo rampung.
Menurutnya, kurikulum dan sistem pembelajaran di Sekolah Rakyat Madiun sama dengan Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia, sehingga tidak akan mengganggu proses belajar para siswa.
"Masa depan ditentukan bukan dari tempat di mana kalian berada, namun dari seberapa keras kalian mau belajar. Dengan begitu, kalian akan menjadi anak-anak yang sukses," ujarnya.
Baca Juga : Tahun Ajaran Baru, Puluhan Siswa Sekolah Rakyat Ponorogo Belajar Sementara di Madiun
Pemerintah Kabupaten Ponorogo merencanakan seluruh siswa diberangkatkan ke Madiun pada 14 Juli mendatang, bertepatan dengan dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Seluruh biaya transportasi dan akomodasi selama proses belajar di Madiun akan ditanggung oleh pemerintah.
Sementara itu, pembangunan gedung Sekolah Rakyat Ponorogo ditargetkan selesai pada tahap ketiga. Dengan demikian, pada tahun ajaran berikutnya seluruh siswa diharapkan sudah dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar di lokasi permanen di Ponorogo.
Salah satu calon peserta didik, Sabrina, mengaku senang dapat bersekolah di Sekolah Rakyat karena seluruh biaya pendidikan ditanggung pemerintah. Menurutnya, program tersebut sangat membantu dan mampu meringankan beban ekonomi keluarganya.
Baca Juga : Diduga ODGJ, Pria Mengamuk Bawa Golok dan Serang Warga di Ponorogo
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Ponorogo masih terus melakukan penjangkauan untuk memenuhi kekurangan kuota pada jenjang Sekolah Dasar, sehingga seluruh kuota yang telah disediakan dapat terisi. (Adiybah Fawziyyah)
Editor : Bagoes Ri



















