Menu
Pencarian


Balik Dolanan: Wavvy Creative UMM dan Komunitas Bermain Malang Ajak Warga Nostalgia Permainan Tradisional

Portaljtv.com - Kamis, 9 Juli 2026 16:21
Balik Dolanan: Wavvy Creative UMM dan Komunitas Bermain Malang Ajak Warga Nostalgia Permainan Tradisional
Suasana kegiatan

MALANG — Kelompok Praktikum 3 Wavvy Creative Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama Komunitas Bermain Malang (KBM) menggelar kegiatan bermain bersama bertajuk "Balik Dolanan" di Taman Bunga Merjosari, Kota Malang, Sabtu (4/7/2026). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 18.00 hingga 22.00 WIB ini diikuti oleh ratusan warga lintas usia dan merupakan bagian dari rangkaian pasca-event brand activation Taman Dolan Batu.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak memainkan sejumlah permainan tradisional secara berkelompok, di antaranya lompat tali, bentengan, ular naga, Siapa Aku, dan egrang. Selain bermain bersama, panitia turut mengadakan kuis interaktif berhadiah barang-barang bernilai budaya seperti ketapel, wayang, terjun payung, dan seruling bambu.

Mengangkat Kembali Permainan yang Mulai Ditinggalkan

Mengusung konsep utama (big idea) "Balik Dolanan", kegiatan ini digagas sebagai respons atas meningkatnya penggunaan gawai (gadget) sebagai sarana hiburan yang perlahan menggeser interaksi sosial langsung, terutama di kalangan anak muda. Permainan tradisional dipilih sebagai medium untuk membangun kembali kebersamaan yang mulai memudar.

Setiap permainan yang dihadirkan pada malam itu membawa sejarah dan nilai edukatif tersendiri. Lompat tali, misalnya, dikenal dapat melatih koordinasi tubuh, keseimbangan, dan ketahanan fisik. Sementara itu, bentengan yang merupakan permainan strategi lintas generasi, mengajarkan komunikasi, kepemimpinan, dan kerja sama tim karena menuntut setiap kelompok menyusun taktik untuk mempertahankan wilayah sekaligus merebut benteng lawan.

Ada juga ular naga, permainan yang dimainkan dengan cara saling bergandengan tangan membentuk barisan panjang sebagai simbol kebersamaan sekaligus mengajarkan pentingnya saling percaya antarpemain. Adapun permainan 'Siapa Aku' dikemas secara interaktif untuk melatih kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan keberanian menyampaikan pendapat.

Permainan yang paling menyita perhatian malam itu adalah egrang, permainan berbahan bambu yang menuntut keseimbangan tubuh, keberanian, konsentrasi, serta rasa percaya diri.

Pemilihan hadiah kuis berupa ketapel dan seruling bambu juga bukan tanpa alasan. Ketapel dahulu dikenal dapat melatih ketelitian dan keterampilan motorik anak-anak. Sedangkan seruling bambu menjadi simbol kesederhanaan masyarakat pedesaan yang mampu menciptakan hiburan dari alam sekitar sekaligus mengenalkan musik tradisional kepada generasi muda.

Ruang Pertemuan Lintas Generasi

Koordinator kegiatan dari Kelompok Praktikum 3 Wavvy Creative UMM menjelaskan bahwa "Balik Dolanan" merupakan bagian dari strategi komunikasi pasca-event brand activation Taman Dolan Batu. Tujuannya adalah memperluas jangkauan kampanye pelestarian budaya melalui kolaborasi bersama komunitas lokal. Menurutnya, pendekatan berbasis komunitas dipilih agar masyarakat tidak sekadar menjadi penonton, melainkan ikut merasakan langsung pengalaman bermain yang menjadi identitas Taman Dolan Batu.

Antusiasme itu turut dirasakan oleh para peserta. Hekmatyar (22) mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut dan berharap acara serupa kembali digelar di kemudian hari.

"Semoga acara seperti ini bisa diadakan lagi," ujarnya penuh harap.

Sementara itu, Zen (23), salah seorang peserta yang berhasil memenangkan hadiah permainan tradisional dalam sesi kuis menyampaikan apresiasinya kepada pihak penyelenggara.

"Terima kasih sudah diberi kesempatan memenangkan hadiah ketapelnya," kata Zen.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat tanpa sekat usia. Sejumlah mahasiswa mengaku baru pertama kali mencoba beberapa permainan yang dihadirkan, sementara peserta yang lebih dewasa mengaku bernostalgia dan teringat masa kecil mereka saat permainan-permainan tersebut masih menjadi bagian dari keseharian.

Melalui "Balik Dolanan", Kelompok Praktikum 3 Wavvy Creative UMM, Taman Dolan Batu, dan Komunitas Bermain Malang berupaya menegaskan bahwa permainan tradisional bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan juga media efektif untuk membangun karakter, mempererat hubungan sosial, dan menjaga identitas budaya di tengah perubahan zaman. (*)

Editor : Iwan Iwe






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.