MAGETAN - Surplus produksi dan terbatasnya serapan pasar masih menjadi tantangan yang dihadapi sebagian petani dan peternak di Kabupaten Magetan. Kondisi ini berdampak pada stabilitas harga sejumlah komoditas pangan dan menjadi salah satu persoalan yang disampaikan pelaku usaha saat berdialog dengan Badan Gizi Nasional (BGN).
Permasalahan tersebut mencuat dalam pertemuan antara Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang, bersama Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, dengan para pelaku usaha pangan di kawasan wisata Refugia Plaosan, Senin (1/6/2026).
Dalam dialog tersebut, petani, peternak, dan pedagang menyampaikan berbagai tantangan yang mereka hadapi. Selain persoalan serapan pasar, mereka juga mengeluhkan fluktuasi harga komoditas serta berharap produk pangan lokal dapat lebih banyak dilibatkan dalam rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah telur ayam. Para peternak mengaku produksi yang melimpah belum sepenuhnya diimbangi dengan peningkatan permintaan pasar. Akibatnya, harga jual mengalami tekanan dan berdampak pada pendapatan peternak.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan pihaknya akan mendorong keterlibatan produk pangan lokal dalam pemenuhan kebutuhan Program MBG.
Menurutnya, skema pembelian langsung dari petani dan peternak menjadi salah satu opsi yang sedang dikaji untuk memperluas serapan produk lokal, termasuk komoditas telur yang selama ini menjadi keluhan para peternak.
Dengan langkah tersebut, BGN berharap kebutuhan bahan pangan untuk Program MBG dapat dipenuhi dari daerah sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak.
Para pelaku usaha pangan berharap berbagai upaya yang disiapkan dapat memperluas akses pasar, menjaga stabilitas harga, serta meningkatkan nilai ekonomi produk pangan lokal di Kabupaten Magetan.
Editor : JTV Madiun



















