Di tengah kenaikan harga beras premium yang terjadi di sejumlah daerah, ketersediaan beras menjadi perhatian serius masyarakat. Namun di Magetan, Perum Bulog memastikan kondisi stok masih dalam kategori aman, dengan cadangan yang mencapai sekitar 90 ribu ton.
Jumlah tersebut dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, bahkan diproyeksikan dapat bertahan hingga tahun depan. Di saat bersamaan, proses penyerapan gabah dan beras dari petani setempat juga masih terus berlangsung guna memperkuat cadangan pangan sekaligus menjaga stabilitas pasokan di pasar.
Stok Terjaga, Penyerapan Gabah Terus Berjalan
Selain fokus menjaga ketersediaan stok, Bulog turut aktif melakukan penyerapan gabah dan beras langsung dari petani. Langkah ini memiliki dua tujuan sekaligus menambah cadangan beras pemerintah, sekaligus memastikan hasil panen petani memiliki pasar yang jelas untuk menampungnya.
Baca Juga : BUMN Pangan Jalankan Pembagian Kuota Nasional Sesuai Mandat Pemerintah
Pimpinan Cabang Bulog Magetan, Ponorogo, Pacitan, Budiwan Susanto, menjelaskan bahwa kondisi stok saat ini berada dalam level yang aman.
"Untuk stok beras di kami untuk sekarang ada 90 ribu ton, kalau kita bandingin bisa sampai tahun depan masih aman lah. Kita juga sekarang masih mempersiapkan jika panennya masih masuk dan kita tetap berupaya untuk stok ini bisa bertahan sampai tahun depan," ujar Budiwan.
Proses penyaluran beras ke masyarakat hingga saat ini disebut berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Kelancaran distribusi ini menjadi salah satu kunci utama agar ketersediaan beras tetap terjaga dan tidak menimbulkan gangguan pasokan di tingkat pasar.
Baca Juga : BULOG Tembus 3 Juta Ton Serapan Gabah-Beras Petani, Kontribusi Jatim Capai 26 Persen
Harga Stabil, Bulog Jaga Keseimbangan Pasokan
Budiwan menambahkan, hingga saat ini harga beras di lapangan masih relatif stabil dan proses penyaluran ke masyarakat pun berjalan lancar.
"Kalau harga beras sampai saat ini masih stabil, penyaluran juga masih lancar, kita di pasaran diminta rutin menyalurkan dan untuk kenaikan harga sebenarnya masih kondisi belum tinggi masih stabil," katanya.
Baca Juga : Komisi IV DPR RI Pastikan Stok Beras di Bulog Mojokerto Aman hingga 2027
Berdasarkan pantauan Bulog, harga beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) masih bertahan di angka Rp12.500 per kilogram. Sementara itu, harga beras premium memang mengalami kenaikan tipis, namun kenaikan tersebut dinilai masih berada dalam batas wajar dan belum berdampak signifikan terhadap ketersediaan beras di pasaran.
Dengan stok yang masih memadai, penyerapan hasil panen yang terus berlangsung, serta distribusi yang diklaim berjalan lancar, Bulog terus berupaya menjaga keseimbangan antara pasokan dan harga beras. Langkah ini diharapkan mampu memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi, meski tengah menghadapi fluktuasi harga di pasar pangan nasional.
Baca Juga : Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton, BULOG Kediri Sewa Gudang Demi Tampung Lonjakan Stok
Editor : Bagoes Ri



















