Menu
Pencarian


Sentuh Budaya Madura Lewat Komedi Sci-Fi, Film "FOUFO" Karya Bayu Skak Sukses Gelar Premiere di 7 Kota Jatim

Portaljtv.com - Senin, 6 Juli 2026 16:27
Sentuh Budaya Madura Lewat Komedi Sci-Fi, Film "FOUFO" Karya Bayu Skak Sukses Gelar Premiere di 7 Kota Jatim
Poster Film FOUFO Karya Bayu Skak

SURABAYA - Film FOUFO karya anak bangsa mendapat sambutan hangat dari seluruh penjuru Jawa Timur. Tiga hari menjelang penayangan serentak di bioskop Indonesia, para pemeran dan tim produksi film FOUFO telah menggelar gala premiere di tujuh kota, meliputi Pamekasan, Lumajang, Surabaya, Malang, Mojokerto, Sidoarjo, dan Gresik. Antusiasme masyarakat terlihat jelas dari tiket-tiket premiere yang ludes terjual.

Mengangkat isu budaya di lingkungan masyarakat Madura, Bayu Skak mampu menyajikan film yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan. Film FOUFO berkisah tentang Muslim, seorang keturunan Madura yang bekerja sebagai pengepul rongsokan di Kampung Rombeng. Latar belakang tersebut tidak menghalangi niat mulianya untuk memberangkatkan sang ibu ke Tanah Suci. Ia harus berjuang keras menghadapi berbagai tantangan, yang kemudian diperumit oleh kedatangan sebuah UFO yang dikemudikan oleh alien kecil.

Dibintangi oleh jajaran aktor, komika, serta pengisi suara ternama seperti Tretan Muslim, Bayu Skak, Benidictus Siregar, dan Ade Kurniawan, film FOUFO secara berani memadukan dua genre yang bertolak belakang, yakni fiksi ilmiah (sci-fi) dan komedi.

“Ini menjadi salah satu film beraniku. Perpaduan alien, sci-fi, dan komedi diharapkan bisa memberikan warna baru,” ucap Bayu Skak dalam video promosi yang diunggah di akun Instagram resmi @filmfoufo.

Bayu Skak mengungkapkan bahwa ia sengaja mengemas jalan cerita seunik mungkin agar pesan mendalam yang ingin disampaikan tetap dapat ditangkap oleh penonton lewat gelak tawa.

Tidak hanya menggandeng nama-nama yang telah mapan di industri hiburan, Bayu Skak juga membuka kesempatan bagi talenta lokal yang memiliki bakat dan minat di dunia perfilman untuk ikut serta dalam produksi. Sebelum proses syuting dimulai, ia menyelenggarakan audisi terbuka (open casting) demi menjaga keaslian budaya dalam film FOUFO.

“Pemain-pemainnya juga baru semua ini, wajah-wajah baru. Di awal dulu, kami mengadakan casting besar-besaran yang diikuti 2.500 peserta sampai satu mal penuh. Ini membuktikan bahwa ketika masyarakat di daerah diberi kesempatan—yang dulunya terasa jauh sekali—semuanya sangat antusias untuk mencoba,” tuturnya.

Film FOUFO terbilang sebagai salah satu karya yang berani mengangkat kearifan lokal secara totalitas. Dialog dan adegan di sepanjang film ini didominasi oleh bahasa Madura hingga 70 persen. Sementara itu, proses syuting berlangsung penuh selama 19 hari di Jawa Timur, tepatnya di kawasan Surabaya Utara dan Bangkalan.

Bayu Skak berharap, konsistensinya dalam membawa unsur kebudayaan lewat film FOUFO ini mampu dinikmati tidak hanya oleh masyarakat di sekitar Jawa Timur, melainkan oleh seluruh masyarakat Indonesia yang memiliki kepedulian dan ketertarikan terhadap pelestarian budaya serta bahasa daerah. (Nayla Sabitha)

Editor : Iwan Iwe






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.