MAGETAN - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Kabupaten Magetan mengingatkan para petani untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan hama yang mulai muncul di sejumlah wilayah. Hingga akhir Mei 2026, tercatat dua jenis hama utama yang menyerang tanaman padi, yakni tikus dan wereng batang coklat (WBC).
Berdasarkan data Dinas TPHPKP Magetan, serangan hama tikus hingga Mei 2026 mencapai luas 2,9 hektare. Sementara area yang masuk kategori waspada mencapai 4,2 hektare dan lahan yang berhasil dikendalikan seluas 2,5 hektare.
Hama tikus umumnya menyerang tanaman padi berusia 40 hingga 60 hari setelah tanam. Wilayah yang paling banyak terdampak berada di Kecamatan Barat dan Kartoharjo.
Selain tikus, petugas juga menemukan serangan wereng batang coklat yang menyerang tanaman padi berusia sekitar 80 hingga 90 hari setelah tanam. Luas serangan tercatat mencapai 0,14 hektare, sedangkan luas area waspada mencapai 12 hektare. Serangan WBC banyak ditemukan di Kecamatan Takeran, Karas, dan Bendo.
Petugas lapang Dinas TPHPKP Magetan, Nur Hadi, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan dan pengendalian bersama kelompok tani untuk mencegah meluasnya serangan hama.
Berbagai langkah pengendalian telah dilakukan, di antaranya pembuatan pestisida nabati, pemanfaatan belerang sebagai penolak tikus, serta gerakan gropyokan yang dilaksanakan secara gotong royong oleh petani.
Sementara untuk mengendalikan wereng batang coklat, petugas memberikan pelatihan pembuatan pestisida alami dan bubur kalifornia. Kelompok tani juga didorong untuk melakukan penyemprotan massal secara mandiri di wilayah masing-masing.
Dinas berharap langkah pencegahan dan pengendalian yang dilakukan sejak dini mampu meminimalkan dampak serangan hama sehingga produktivitas padi di Kabupaten Magetan tetap terjaga hingga musim panen tiba.
Editor : JTV Madiun



















