MAGETAN - Menurunnya produksi kedelai lokal di Kabupaten Magetan membuat banyak pedagang di pasar tradisional beralih menjual kedelai impor. Selain pasokan kedelai lokal yang semakin sulit didapatkan, harga kedelai juga terus mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir.
Di sejumlah lapak penjual kedelai di pasar tradisional Magetan, aktivitas jual beli masih terlihat ramai. Namun para pedagang mengaku kini lebih banyak menyediakan kedelai impor dibandingkan kedelai lokal karena stok kedelai lokal semakin terbatas.
Salah satu pedagang kedelai, Galih, mengatakan produksi kedelai lokal di wilayah Magetan terus menurun sehingga pasokannya sulit diperoleh.
“Sekarang kedelai lokal sudah sangat jarang. Bahkan terakhir kali saya menjual kedelai lokal itu sekitar tahun lalu,” ujar Galih.
Baca Juga : Serangan Tikus Dan Wereng Muncul, Petani Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Menurutnya, selain faktor ketersediaan barang, minat pembeli juga memengaruhi pergeseran penggunaan kedelai impor. Kedelai impor dinilai lebih cocok untuk bahan baku tempe dan tahu karena ukuran bijinya lebih besar serta hasil produksinya dianggap lebih banyak.
Sementara itu, kedelai lokal saat ini lebih banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan kecambah atau toge dengan tingkat permintaan yang tidak sebesar kebutuhan industri tempe dan tahu.
Di sisi lain, harga kedelai juga terus mengalami kenaikan. Jika sebelumnya berada di kisaran Rp10.200 per kilogram, kini meningkat menjadi sekitar Rp11 ribu per kilogram.
Baca Juga : TPS Parang Disegel Warga, DLH Magetan Soroti Pelanggaran SOP Pengelolaan Sampah
Meski harga mengalami kenaikan, Galih menyebut permintaan pembeli masih relatif stabil. Namun para pedagang khawatir apabila harga terus naik, daya beli masyarakat maupun pelaku usaha kecil akan ikut terdampak.
“Kalau harga terus naik tentu akan berpengaruh pada pelaku usaha tempe dan tahu, termasuk masyarakat sebagai pembeli,” tambahnya.
Para pedagang berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas harga sekaligus mendorong peningkatan produksi kedelai lokal agar ketergantungan terhadap kedelai impor dapat berkurang.
Editor : JTV Madiun



















