KOTA BATU - Kota Batu tidak henti-hentinya memberikan suasana baru dalam memanjakan pengunjung untuk berwisata. Alternatif wisatanya semakin beragam, salah satunya berada di Desa Bumiaji yang baru-baru ini pesonanya banyak menjadi buah bibir.
Sensasi baru berwisata itu adalah offroad dengan berkeliling menikmati wahana alam dan perkebunan yang indah juga sembari menguji mental dan adrenalin. Dengan menunggangi mobil jeep dan berkeliling di Lereng Arjuna, tepatnya di Bukit Teletubbies dan Bukit Jengkoang, anda akan merasakan secara nyata sensasi petualangan ala offroad dengan berbagai medan track menantang, namun dengan suguhan lanskap alam yang indah.
Memang, untuk menikmati spot pemandangan yang tepat dari Desa Bumiaji ini harus menempuh medan yang sulit. Sehingga, hanya dengan mobil jeep inilah spot itu bisa dijangkau. Tentu saja, dalam perjalanan itu anda akan benar-benar merasakan petualangan offroad.
Namun, pengalaman itu bagi wisatawan justru mengasyikkan. Seperti dikatakan Sulistianingtyas (50), asal Surabaya. Meski menempuh medan terjal, berkelok dan keras, dirinya bersama keluarga justru menikmatinya.
"Meski saya kira mobil sampai mau jatuh guling itu ternyata enggak. Kan supirnya sudah mahir. Seru sekali sih, memacu adrenaline,'' ujarnya.
Bahkan, saat dirinya bertanya kedua anaknya yang masih kecil juga merasakan hal yang sama. Bahkan mereka berjanji akan mengulanginya lagi di waktu selanjutnya.
"Kalau kami sih satu keluarga ngerasa seru. Gak takut, malah pengen ngulang lagi,'' kata dia.
Hal senada dikatakan Andin (20) yang jauh-jauh datang dari Jember hanya untuk merasakan sensasi naik mobil offroad.
"Keren banget. Pemandangan indah sekali, sambil offroad. Meski di jalan pontang-panting tapi tetep seru,'' serunya.
Diketahui, sensasi berwisata ini baru saja digagas pada 2022-2023 ini. Mulanya, mobil jeep di sana hanya difungsikan untuk aktivitas transportasi. Namun seiring tumbuh kembang pariwisata di Kota Batu, komunitas BAJA (Bumiaji Amazing Jip Adventure) ini mulai berbenah.
Mereka kemudian menawarkan paket wisata untuk menikmati potensi alam desa Bumiaji. Dengan begitu, masyarakat juga mendapat penghasilan ekonomis lain selain dari sektor pertanian. Hanya saja, masih banyak hal yang harus dibangun agar potensi wisata ini agar dikenal lebih luas lagi.
Hingga kemudian kolaborasi tercipta antara BAJA dan Kelompok Elysian yang merupakan Kelompok Pengabdian Masyarakat Mahasiswa (PMM) 90 Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kolaborasi ini, terutama dari segi strategi promosi lambat laun membawa dampak positif.
"Jadi akhirnya gak hanya fun offroad, tapi masih banyak lagi kegiatan ditawarkan. Tapi yang paling utama pesona alamnya. Wajib banget dikunjungi,'' kata Panitia Pelaksana Mahasiswa UMM, Galuh Dewi Kirana pada awak media.
Sebelumnya, komunitas BAJA hanya dikenal di kalangan penghobi olahraga ekstrem saja. Padahal, olahraga ekstrem ini juga bisa dinikmati semua kalangan. Dari sisi itu kemudian rekan mahasiswa membantu mengoptimalkan strategi optimasi media sosial mereka.
"Dengan begitu, jangkauan wisatawan yang datang bisa lebih luas. Kami nargetnya sih sekarang sudah mulai bisa menjangkau wisatawan luar pulau, kalau bisa nasional dan internasional sih,'' ujarnya.
Dari paket yang ditawarkan dengan rentang harga mulai Rp 165 tersebut, wisatawan sudah bisa menikmati offroad seharian, fasilitas snack makan dan minum. Wisatawan juga bisa memilih paket Family Gathering dengan tarif Rp 275 ribu per orang. (Rafli Firmansyah)
Editor : M Fakhrurrozi