MAGETAN - Permintaan daging sapi di Kabupaten Magetan mengalami peningkatan pasca Hari Raya Iduladha. Namun, kenaikan tersebut bukan berasal dari meningkatnya konsumsi rumah tangga, melainkan dipicu banyaknya hajatan masyarakat yang digelar dalam beberapa pekan terakhir.
Kondisi ini menjadi angin segar bagi para pedagang daging sapi yang sebelumnya sempat mengalami penurunan penjualan setelah momentum Iduladha berakhir. Ramainya acara pernikahan, khitanan, hingga syukuran membuat kebutuhan daging sapi meningkat dibandingkan hari-hari biasa.
Salah seorang pedagang daging sapi di Magetan, Suwarni Asih, mengatakan lonjakan permintaan saat ini mayoritas berasal dari kebutuhan hajatan masyarakat.
“Saat ini permintaan daging sapi meningkat karena banyak hajatan seperti pernikahan, khitanan, dan acara syukuran. Penjualannya jauh lebih ramai dibandingkan hari biasa,” ujar Suwarni Asih.
Baca Juga : PKB Godok Tiga Nama Calon Ketua DPRD Magetan
Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan tahun sebelumnya. Setelah Iduladha, jumlah hajatan relatif sedikit sehingga permintaan daging sapi cenderung menurun dan berdampak pada omzet pedagang.
Meski harga daging sapi mengalami kenaikan, permintaan tetap terjaga. Saat ini harga daging sapi berada di kisaran Rp150 ribu per kilogram, naik dibandingkan sebelumnya yang berada di kisaran Rp130 ribu per kilogram. Kenaikan harga tersebut sudah terjadi sejak bulan Ramadan dan masih bertahan hingga saat ini.
Peningkatan permintaan juga terlihat dari jumlah penjualan harian. Jika pada hari biasa pedagang hanya mampu menjual setara satu ekor sapi berukuran kecil per hari, kini penjualan meningkat hingga setara dua ekor sapi kecil atau satu ekor sapi berukuran besar setiap harinya.
Baca Juga : Surplus Produksi Dan Serapan Pasar Jadi Keluhan Pelaku Usaha Pangan
“Kalau biasanya hanya habis satu ekor sapi kecil dalam sehari, sekarang bisa sampai dua ekor sapi kecil atau satu ekor sapi besar,” tambah Suwarni Asih.
Meski demikian, para pedagang menilai peningkatan permintaan tersebut hanya bersifat sementara. Memasuki bulan Suro, jumlah hajatan biasanya mulai berkurang sehingga permintaan daging sapi diperkirakan kembali normal.
Pedagang berharap tidak hanya kebutuhan hajatan yang menjadi penopang pasar, tetapi juga konsumsi rumah tangga dapat meningkat sehingga penjualan daging sapi tetap stabil meskipun musim hajatan telah berakhir.
Editor : JTV Madiun



















