JAKARTA - Kota Malang kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Kota pendidikan ini berhasil meraih Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) 2026 Kategori Utama, dengan capaian fantastis yang bahkan melampaui 100%. Penghargaan langsung diserahkan oleh Menko PMK RI, Dr. (H.C.) Drs. A. Muhaimin Iskandar (Cak Imin), kepada Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, dalam UHC Awards 2026 di Jakarta, Selasa (27/1).
Yang membanggakan, Malang dipercaya mewakili seluruh Pulau Jawa untuk naik ke panggung penghargaan. Ini adalah bukti nyata kesuksesan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di kota yang dikenal dengan "Ngalam Tahes"-nya.

“Ini bukan sekadar angka, tapi cermin komitmen kami bahwa kesehatan adalah hak dasar semua warga,” tegas Wali Kota Wahyu Hidayat, dengan wajah berbinar usai menerima plakat penghargaan.
Baca Juga : Borong Tiga Penghargaan, Walikota Malang Satu-Satunya Kepala Daerah Terbaik di Jatim
Data Dinas Kesehatan Kota Malang membuktikan konsistensi yang luar biasa. Perjalanan cakupan JKN di Malang seperti grafik kesuksesan:
· Awal 2021: 94,77%
· Pertengahan 2021: 95,61%
Baca Juga : Lompatan Kualitas Kebijakan, Malang Sabet Predikat "Unggul" di Tingkat Nasional
· Awal 2022: 98,61% (Mendekati target nasional)
· Awal 2023: TEPAT 100% (Target tercapai!)
· Awal 2024: 107,88% (Meledak! Melebihi populasi)
Baca Juga : Kota Malang Sabet Penghargaan Nasional, Kunci Suksesnya: Program 1.000 Event
· Awal 2026: 105,85% (Konsisten di atas 100%)
Angka di atas 100% menunjukkan keakuratan data dan inklusi yang luar biasa, mencakup bukan hanya warga tetap, tetapi juga kelompok mobile seperti pelajar dan pekerja migran.
Baca Juga : Guratan Manis Kolaborasi: Kota Malang Raih Penghargaan Industri Halal Terbaik Nasional
Wahyu Hidayat membeberkan resep di balik kesuksesan ini. "Kuncinya ada pada tiga hal: kebijakan yang kuat, anggaran yang berpihak, dan kolaborasi tanpa sekat," paparnya.
Pemkot Malang secara khusus mendata dan mendaftarkan kelompok rentan—masyarakat kurang mampu, disabilitas, dan lansia—agar tidak ada satu pun warga yang tertinggal. Program ini menjadi prioritas utama, didukung oleh Peraturan Wali Kota dan kerja sama dengan semua pihak, termasuk Fasilitas Kesehatan dan BPJS Kesehatan.
Dalam sambutannya, Menko PMK Cak Imin memberi apresiasi tinggi sekaligus tantangan. "Untuk yang sudah 'Utama' seperti Malang, saatnya fokus pada kualitas layanan. Bangun sistem kesehatan yang tidak hanya luas, tetapi juga dalam dan berkualitas," tuturnya.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Wahyu Hidayat menyatakan kesiapan Malang. "Ke depan, kami akan faskan sistem data, tingkatkan kualitas fasilitas kesehatan (faskes), dan pastikan anggaran tetap optimal. Tapi yang terpenting, kami ingin membangun budaya hidup sehat," jelasnya.
Ia mengingatkan, JKN adalah pelindung, bukan 'tiket' untuk hidup tidak sehat. "Pencegahan tetap nomor satu. Pemerintah hadir lewat JKN, tetapi kesehatan dimulai dari diri dan keluarga. Mari hidup sehat, ini esensi dari Ngalam Tahes kami," pesannya menutup wawancara.
Apa Itu UHC Awards?
Penghargaan tahunan yang diberikan kepada pemerintah daerah dengan komitmen dan capaian tertinggi dalam Universal Health Coverage(Cakupan Kesehatan Semesta). Syaratnya ketat: cakupan kepesertaan JKN minimal 98% dan tingkat keaktifan peserta minimal 80%. Tahun ini, penghargaan diberikan kepada 32 provinsi dan 397 kabupaten/kota di Indonesia.(Ams)
Editor : JTV Malang



















