Menu
Pencarian

Kinerja Terus Membaik, PT PWU Jatim Target Setor PAD Rp2 Miliar di 2026

Ayul Andhim - Senin, 11 Mei 2026 17:00
Kinerja Terus Membaik, PT PWU Jatim Target Setor PAD Rp2 Miliar di 2026
Direktur Utama PT PWU Jatim Erlangga Satriagung. (Foto: Ayul Adhim)

SURABAYA - PT Panca Wira Usaha (PWU) Jawa Timur menyatakan kesiapannya meningkatkan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur usai mendapat sorotan dari Panitia Khusus (Pansus) BUMD DPRD Jawa Timur.

Perusahaan plat merah yang memiliki tujuh anak perusahaan ini menargetkan penyetoran PAD sebesar Rp2 miliar pada tahun 2026. Target tersebut meningkat sekitar 22 persen dibandingkan setoran tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp1,6 miliar.

Direktur Utama PT PWU Jatim Erlangga Satriagung menegaskan capaian ini menegaskan bahwa perusahaan tersebut terus bergerak dan memiliki tren kinerja yang positif. Ia pun memaparkan secara rinci perkembangan kinerja PT PWU beberapa tahun belakangan.

“Sebenarnya tidak bisa kalau dilihat satu waktu saja, tapi harus dilihat secara tren. Dan PWU ini mengalami pertumbuhan laba yang konsisten naik. Dari Rp3 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp3,6 miliar pada tahun 2025, atau tumbuh sekitar 20 hingga 21 persen,” tegas Erlangga pada wartawan, Senin (11/5/2026).

Kenaikan laba tersebut tentunya berseiring dengan peningkatan setoran PAD yang diserahkan kepada pemerintah provinsi setiap tahunnya. Dan Erlangga menegaskan bahwa sejak berdiri, PWU tidah pernah sekalipun mencatatkan kerugian.

“Sejak PWU berdiri, tidak pernah satu tahun pun PWU itu merugi. Selalu menyetor PAD,” ujarnya.

Salah satu pencapaian yang juga dinilai membanggakan adalah keberhasilan PT PWU meraih status kesehatan perusahaan kategori A pada tahun 2025. Pencapaian ini diraih setelah bertahun-tahun sebelumnya perusahaan masih berada di peringkat B dan triple B atau dalam kategori kurang sehat.

Erlangga yang telah memimpin PWU selama 8 tahun menilai capaian tersebut sebagai bukti nyata bahwa perusahaan terus bergerak ke arah yang benar meski dengan segala keterbatasan yang ada.

“Kami dapat kategori A, meskipun baru single A, belum triple A. Tapi itu mengindikasikan bahwa kinerja kita sudah on the track, ada perbaikan dari tahun ke tahun,” katanya.

Namun demikian, Erlangga tidak mengelak bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Ia menganalogikan kondisi perusahaan seperti orang sakit yang membutuhkan vitamin. Perbaikan memerlukan waktu yang lebih panjang karena keterbatasan modal yang menjadi penghambat utama.

“Untuk mengatasi kekurangan modal tersebut, PWU sempat merencanakan pelepasan sekitar 5 persen aset tidak produktif senilai Rp200 miliar pada awal 2019 untuk dijadikan modal operasional,” tutur Erlangga.

“Namun rencana itu tidak bisa kami lakukan karena terkendala oleh Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2019 yang melarang pemindahtanganan aset BUMD,” imbuhnya.

Sebagai alternatif, pihak PWU kemudian mengajukan permohonan penambahan penyertaan modal kepada pemerintah provinsi senilai Rp149 miliar dari total kebutuhan sekitar Rp150 miliar.

Permohonan ini bahkan telah diajukan sebanyak tiga kali selama tiga tahun berturut-turut, namun hingga kini belum juga terealisasi karena kondisi keuangan daerah yang belum memungkinkan.

“Keterbatasan modal ini berdampak langsung pada kemampuan perusahaan dalam membeli bahan baku dan memperluas jangkauan pasar. Dari tujuh anak perusahaan yang dimiliki PWU, tiga di antaranya masih belum sehat,” katanya.

Tiga perusahaan yang dimaksud adalah PT Kasa Husada Wira Jatim yang memproduksi Alat kesehatan dan farmasi, kemudian PT Panca Usaha Reka Indonesia (PURI), dan PT Cassava Wira Jatim.

Tiga perusahaan itu menurut Erlangga menghasilkan produk-produk yang memiliki daya jual dan potensi pasar yang sangat menjanjikan. Akan tetapi kemampuan membeli bahan baku yang terbatas membuat kapasitas produksi tidak bisa dimaksimalkan.

“Kalau kemampuan untuk membeli bahan baku itu berlipat-lipat, ya pasti hasilnya akan beda dengan sekarang,” tegasnya.

Di tengah berbagai keterbatasan dan tantangan dinamika global yang kian kompleks, Erlangga menyatakan optimismenya bahwa PWU akan terus menunjukkan perbaikan yang konsisten.

“Meski banyak catatan yang disampaikan kami tetap menyampaikan terima kasih kepada Pansus BUMD DPRD Jatim atas rekomendasi dan dorongan yang diberikan, kami berkomitmen untuk terus berjuang meningkatkan setoran untuk PAD,” pungkasnya. (*)

Editor : M Fakhrurrozi





Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.