Menu
Pencarian

Pencipta Nasi Jinggo, Men Djenggo, Meninggal Dunia di Usia 90 Tahun

Portaljtv.com - Senin, 11 Mei 2026 17:21
Pencipta Nasi Jinggo, Men Djenggo, Meninggal Dunia di Usia 90 Tahun
Pencipta Nasi Jinggo, Men Djenggo, Meninggal Dunia di Usia 90 Tahun (Foto: Instagram/@dadokpratama).

DENPASAR - Bali kehilangan salah satu tokoh kuliner paling legendaris. Ni Ketut Ngasti, yang lebih dikenal sebagai Men Djenggo, meninggal dunia pada Minggu, 10 Mei 2026, di Denpasar, Bali, dalam usia 90 tahun.

Men Djenggo dikenal luas sebagai sosok yang diyakini sebagai perintis Nasi Jinggo, kuliner khas Bali yang hingga kini tetap populer dan mudah ditemukan di berbagai sudut Pulau Dewata.

Kabar duka tersebut disampaikan putranya, Henry Alexie Bloem, melalui akun Instagram pribadinya.

“Selamat jalan Meme (ibu), berbahagia lah di sana. Karyamu akan selalu dicari dan dikenang. Men Djenggo, pencipta nasi jinggo,” tulis Henry.

Dikutip dari detikBali, Henry mengungkapkan bahwa ibundanya telah menjalani perawatan di rumah sakit sejak 28 April 2026 akibat komplikasi diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan gagal ginjal.

Pada Senin, 11 Mei 2026, keluarga menggelar upacara otonan terakhir untuk mendiang sebelum prosesi ngaben yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Mei 2026. Dalam tradisi Hindu Bali, otonan merupakan upacara peringatan hari kelahiran yang dilaksanakan setiap 210 hari berdasarkan kalender Bali sebagai bentuk doa dan ungkapan syukur atas kehidupan.

Lahir Dari Perjuangan Ibu Untuk Anaknya

Nama Men Djenggo sendiri berasal dari tradisi masyarakat Bali yang kerap memanggil orang tua berdasarkan nama anaknya. “Men” berarti ibu, sedangkan “Djenggo” merupakan nama panggilan masa kecil Henry Alexie Bloem.

Dikutip dari wawancara Henry dengan detikBali, sang ibu mulai berjualan nasi bungkus sejak masih muda untuk para pekerja dan pemancing di sekitar Pelabuhan Benoa.

“Ibu sewaktu muda menjual nasi bungkus untuk kalangan pekerja dan pemancing di sekitar Pelabuhan Benoa, Denpasar. Nasi bungkus itu disebut nasi Men Djenggo,” ujar Henry.

“Cerita itulah yang kemudian melahirkan istilah nasi jinggo di Bali,” imbuhnya.

Seporsi nasi jinggo biasanya terdiri dari nasi putih dalam porsi kecil dengan lauk sederhana seperti ayam suwir pedas, mi goreng, tempe, dan sambal, yang dibungkus menggunakan daun pisang. Seiring waktu, makanan ini berkembang menjadi salah satu ikon kuliner Bali dengan beragam variasi lauk.

Kepergian Men Djenggo meninggalkan duka bagi dunia kuliner Indonesia, khususnya Bali. Warisan kulinernya tetap hidup dan terus dinikmati lintas generasi hingga saat ini. (Amanda Dela)

Editor : Iwan Iwe






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.