Menu
Pencarian


Mahasiswa ITS dan UTM Pelajari Data Journalism Lewat Kunjungan ke JTV

Portaljtv.com - Jumat, 8 Mei 2026 07:31
Mahasiswa ITS dan UTM Pelajari Data Journalism Lewat Kunjungan ke JTV
ITS dan UTM saat disambut news director JTV saat melakukan kunjungan. (Foto: Luluk Listiani)

SURABAYA - Di tengah perkembangan media digital, jurnalisme kini tidak hanya mengandalkan kecepatan dan narasi dalam menyampaikan informasi. Data juga mulai menjadi bagian penting dalam proses pemberitaan untuk memperkuat akurasi dan membangun kepercayaan publik.

Hal tersebut dipelajari mahasiswa prodi statistika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama mahasiswa prodi data science Universiti Teknologi Malaysia (UTM) saat berkunjung ke JTV pada 6 Mei 2026. Dalam kunjungan itu, mereka melihat langsung proses kerja redaksi hingga produksi berita di stasiun televisi.

Sebanyak 18 mahasiswa ITS dan 20 mahasiswa UTM mengikuti kegiatan yang menjadi bagian dari program Global Community Outreach (GCO) ITS. Melalui kunjungan industri tersebut, mahasiswa diajak memahami bagaimana keilmuan statistika dan data science dapat diterapkan dalam dunia jurnalistik, khususnya data journalism.

Kepala Departemen Statistika ITS, Deddy Dwi Prasetyo menjelaskan bahwa kunjungan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memahami kontribusi keilmuan statistika dan data science dalam industri media.

“Ke depan jurnalisme mengarah pada data journalism atau jurnalisme berbasis data. Dengan data, akurasi berita meningkat dan kepercayaan publik juga bisa semakin kuat,” ujarnya.

Menurutnya, mahasiswa statistika dan data science memiliki kemampuan yang relevan untuk mendukung dunia jurnalistik, mulai dari pengumpulan data media sosial, pengolahan data digital, hingga analisis sentimen untuk menghasilkan insight yang dapat memperkuat sebuah pemberitaan.

Dalam sesi diskusi dan observasi di JTV, rombongan ITS dan UTM juga melihat bahwa divisi produksi berita menjadi salah satu bidang yang paling dekat dengan keilmuan statistika dan data science. Berita dinilai tidak hanya membutuhkan narasi, tetapi juga dukungan data yang valid dan terukur.

“Isu yang diangkat dalam berita bisa diperkuat dengan data analitik. Dari sana bisa muncul insight yang mendukung kualitas informasi kepada publik,” kata Deddy.

Ia menambahkan, data yang berasal dari media sosial maupun platform digital umumnya berbentuk data tidak terstruktur. Karena itu, diperlukan proses pengolahan dan analisis agar data dapat berubah menjadi informasi yang bermakna dan mudah dipahami masyarakat.

Melalui kunjungan ini, mahasiswa juga mendapat pandangan baru bahwa lulusan statistika dan data science memiliki peluang berkarier di industri media, khususnya dalam pengembangan data journalism.

Selain kunjungan industri, ITS juga membuka peluang kerja sama lanjutan dengan JTV, seperti program magang, kerja praktik, hingga riset terkait data analytics dan data journalism.

“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti di kunjungan hari ini saja, tetapi bisa berkembang menjadi kolaborasi yang lebih berdampak,” pungkasnya.(Luluk listiani)

Editor : Iwan Iwe






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.