Menu
Pencarian

Jalur Sepi, Pusat Oleh-oleh Ketapang Probolinggo Kehilangan Pembeli

Farid Fahlevi - Minggu, 22 Maret 2026 12:42
Jalur Sepi, Pusat Oleh-oleh Ketapang Probolinggo Kehilangan Pembeli
Pusat oleh-oleh Ketapang, Kota Probolinggo lesu saat Lebaran. (Foto: Farid Fahlevi)

PROBOLINGGO - Apa kabar pusat oleh-oleh legendaris di Ketapang, Kota Probolinggo? Dulu menjadi primadona pemudik saat Lebaran, kini kawasan yang berada di jalur Pantura itu mulai kehilangan ramainya. Tak banyak pemudik yang singgah untuk membeli buah tangan.

Pusat oleh-oleh yang berada di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan ini pernah berjaya pada era 1990-an hingga awal 2000-an. Hampir setiap musim mudik, deretan toko dipadati pembeli yang berburu oleh-oleh khas Kota Mangga.

Namun, kondisi itu perlahan berubah. Kehadiran jalan tol di sisi selatan Probolinggo hingga Situbondo membuat arus kendaraan tidak lagi sepenuhnya melintas di jalur Pantura. Ditambah menjamurnya pusat oleh-oleh modern, membuat kawasan ini kian sepi pengunjung.

Kini, suasana yang terlihat jauh berbeda. Lapak-lapak masih menjajakan aneka produk khas seperti olahan mangga, tape, kerupuk, hingga camilan tradisional lainnya. Namun, jumlah pembeli tak lagi sebanyak dulu. Bahkan sejumlah lapak memilih tutup karena sepi.

Baca Juga :   Jalur Sepi, Pusat Oleh-oleh Ketapang Probolinggo Kehilangan Pembeli

Para pedagang merasakan penurunan signifikan. Jika sekitar sepuluh tahun lalu pendapatan bisa mencapai jutaan rupiah per hari saat musim Lebaran, kini hanya berkisar ratusan ribu rupiah. Lukman Hidayat, salah satu pedagang, mengaku penjualan terus menurun seiring berkurangnya jumlah pemudik yang melintas.

“Aduh, sekarang sepi. Salah satunya karena ada jalan tol itu,” ujar Lukman, Minggu (22/3/2026).

Hal senada disampaikan Sumarmi, pedagang lainnya. Ia menyebut kondisi saat ini jauh berbeda dibanding beberapa tahun lalu.

Baca Juga :   Serunya Tradisi Bibibi, Lebarannya Anak-Anak di Kota Probolinggo

“Sekarang beda banget. Dulu banyak yang mampir sampai bikin macet. Tahun lalu masih ada, meskipun menurun. Namun sekarang, sejak H-3 justru sepi,” jelas Sumarmi.

Sepinya pembeli diungkapkan Sumardi, juru parkir di lokasi tersebut. Menurutnya, jumlah kendaraan yang parkir menurun drastis.

Baca Juga :   Ansor Kota Probolinggo Gelar Festival Musik Patrol, Hidupkan Tradisi Ramadhan dan Kreativitas Pemuda

“Kemarin hanya tiga kendaraan yang mampir. Hari ini, sejak jam sembilan pagi sampai siang ini, baru dua kendaraan,” ungkap Sumardi.

Denyut kehidupan belum sepenuhnya hilang. Sejumlah pedagang masih bertahan dan terus berharap pemudik masih menyempatkan diri mampir, sekadar beristirahat atau bernostalgia membeli oleh-oleh khas Probolinggo.

Bagi pemudik yang melintasi jalur Pantura, pusat oleh-oleh Ketapang ini masih bisa menjadi pilihan singgah. Selain membeli buah tangan, pengunjung juga ikut menjaga denyut ekonomi pelaku UMKM lokal agar tetap bertahan di tengah perubahan zaman. (*)

Baca Juga :   Puluhan Warga Probolinggo Diduga Jadi Korban Penipuan Biro Umroh

Editor : A. Ramadhan





Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.