Menu
Pencarian


Jadi Primadona, Intip Koleksi Jadul Galery Bangho di Festival Malang Tempo Doeloe 2026

Ali Makhrus - Senin, 6 Juli 2026 13:28
Jadi Primadona, Intip Koleksi Jadul Galery Bangho di Festival Malang Tempo Doeloe 2026
Dua orang pengunjung tampak berfoto di salah satu booth Festival Malang Tempo Doeloe 2026.

MALANG - Ratusan pengunjung tampak memadati gelaran Festival Malang Tempo Doeloe 2026 yang berlangsung di Taman Krida Budaya Jawa Timur, Kota Malang, pada Senin (6/7/2026).

Suasana ramai dan meriah begitu terasa di lokasi acara. Para pengunjung yang hadir tidak hanya berasal dari wilayah Malang Raya saja, melainkan juga berdatangan dari berbagai kota besar lain seperti Solo, Yogyakarta, Bandung, hingga Jakarta. Mereka sampai rela meluangkan waktu untuk menikmati dan merasakan langsung atmosfer Kota Malang di zaman dahulu.

Di antara puluhan stan yang berdiri, Galery Bangho sukses menjadi primadona. Lapak yang dipenuhi ornamen jadul asli ini tak pernah sepi pengunjung yang rela mengantre demi bisa berfoto dengan latar bernuansa kolonial.

Banyak warga yang terpikat lantaran koleksi barang jadul yang dipamerkan terbilang sangat lengkap. Perpaduan antara nostalgia, edukasi, dan estetika yang disajikan dalam festival ini dinilai berhasil menghidupkan kembali semangat untuk melestarikan warisan budaya Indonesia.

Daya tarik utama dari Galery Bangho sendiri terletak pada keaslian koleksi barang antik yang dipajang. Beberapa di antaranya bahkan merupakan barang langka, seperti Gramaphon Thorens produksi Swiss tahun 1922, Gramaphon Tropical era 1919, Radio Telefunken Jerman tahun 1951, hingga Radio Philips Guitar produksi Belanda tahun 1952. Uniknya, semua peranti kuno tersebut hingga kini masih berfungsi dengan baik.

Untuk mendukung pengalaman berfoto para pengunjung, pihak galeri juga menyediakan properti seperti topi fedora, gaun klasik, dan jas bergaya Eropa.

Suasana nostalgia pun semakin kental berkat pencahayaan (lighting) yang temaram serta dekorasi bangunan khas era 1920 hingga 1950-an yang membuat pengunjung seolah terlempar kembali ke masa lalu.

Pesona masa lalu ini nyatanya tidak hanya memikat warga lokal, tetapi juga wisatawan luar pulau. Salah satunya adalah Ana Simamora, pengunjung asal Medan yang sengaja datang bersama rekannya karena ketertarikannya pada benda-benda kuno.

"Ke sini lihat barang-barang antik, kebetulan kita sukanya karena orang tua. Terus kita jadi tahu ada barang-barang kayak gini tuh, kita baru first time (pertama kali) lihat langsung," ungkap Ana dengan antusias.

Tak hanya antusiasme warga, dukungan terhadap acara juga datang dari Miss Cultural Junior Indonesia 2025, Shinta Prameswari. Menurutnya, festival sejarah seperti ini sangat penting diselenggarakan sebagai media pembelajaran edukasi bagi para generasi muda agar tidak lupa pada akar budayanya.

"Acara ini cukup menarik karena bisa mengenalkan budaya zaman dulu ke remaja. Karena anak zaman sekarang mulai melupakan budaya mereka sendir," pesan Shinta saat ditemui di lokasi festival.

Melalui tingginya antusiasme masyarakat yang hadir, Festival Malang Tempo Doeloe 2026 membuktikan bahwa nilai-nilai sejarah dan budaya lokal tetap memiliki tempat di hati masyarakat. Kemampuan acara ini menarik minat para generasi muda menjadi sinyal positif bahwa pesona masa lalu tetap relevan dan diminati di era modern.

Editor : Iwan Iwe






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.