SITUBONDO - Ribuan warga memadati sepanjang rute Karnaval Budaya Harjakasi ke-208 yang digelar Pemerintah Kabupaten Situbondo, Selasa, 11 Agustus 2026.
Karnaval dibuka langsung oleh Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, di depan Pendopo Rakyat Situbondo. Sebanyak 17 kecamatan dan sejumlah instansi pemerintah turut ambil bagian dalam pawai budaya ini. Beragam busana adat, pertunjukan seni, hingga kreasi budaya Nusantara ditampilkan di hadapan masyarakat.
Namun, karnaval ini tidak hanya menjadi ajang hiburan dan pelestarian budaya. Ramainya kegiatan juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku industri kreatif di Situbondo.
Mulai dari penyewaan pakaian adat, jasa tata rias, fotografi, seniman, hingga pelaku UMKM, ikut merasakan dampak dari gelaran karnaval.
Tingginya minat peserta terhadap pakaian adat dan kebutuhan pendukung karnaval membuat perputaran ekonomi kreatif ikut bergerak.
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menyebut karnaval tahun ini mengusung tema budaya adat Nusantara. Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi pelaku kreatif untuk memperkenalkan karya dan jasa mereka kepada masyarakat.
Sejumlah pekerja kreatif yang tergabung dalam Republik Terop Situbondo juga ikut terlibat, di antaranya MUA, fotografer, seniman, dan pekerja kreatif lainnya.
Antusiasme masyarakat yang tinggi membuat momentum Harjakasi tidak hanya menjadi panggung budaya, tetapi juga pasar potensial bagi pelaku usaha lokal.
Salah satu peserta, Iva Belvina, menilai karnaval budaya selalu menjadi momen yang dinantikan masyarakat. Selain menampilkan kreativitas, kegiatan ini juga mampu menghidupkan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi acara.
Pemerintah Kabupaten Situbondo berkomitmen menjadikan karnaval budaya sebagai agenda yang terus dikembangkan. Selain merawat budaya, kegiatan ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi kreatif dan menarik masyarakat dari berbagai daerah.
Editor : JTV Jember



















