KOTA MALANG - Ratusan pesepeda memadati kawasan Balai Kota Malang, Sabtu (17/1/2026) pagi. Namun, ini bukan sekadar acara gowes biasa. Setiap kayuhan roda mereka membawa misi kemanusiaan: mengumpulkan donasi untuk saudara-saudara di Sumatra yang terdampak bencana.
Acara bertajuk ‘Gowes Peduli Sumatra’ berhasil menghimpun dana mencapai Rp 100 juta, yang akan disalurkan melalui BAZNAS Kota Malang untuk membantu korban di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh.

“Ini adalah wujud nyata kepedulian. Kita berolahraga, menikmati keindahan Kota Malang, sekaligus berbagi untuk sesama,” ujar Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, usana melepas start peserta.
Baca Juga : Sambil Gowes, Ning Ita Cek Proyek Pembangunan Kota Mojokerto
Acara yang menjadi ajang silaturahmi ini diikuti oleh ratusan goweser dari jajaran Pemkot Malang, Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), serta berbagai komunitas sepeda.

Wali Kota Wahyu menegaskan, acara seperti ini memiliki efek berganda (multiplier effect). “Tidak hanya mempromosikan gaya hidup sehat dan transportasi ramah lingkungan, tetapi juga mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi lokal, seperti hotel, UMKM, dan pusat oleh-oleh,” jelasnya.
Baca Juga : Peringatan Hari Jadi ke 164 Warga Sidoarjo Gowes Bareng Pemkab
Ia juga menyoroti semangat solidaritas yang menjadi napas acara ini. “Setiap kayuhan mencerminkan gotong royong dan empati sosial kita untuk meringankan beban saudara kita yang tertimpa musibah.”

Kepercayaan institusi nasional kepada Malang sebagai tuan rumah kembali terlihat. Andi Taufik, Sekretaris Utama LAN RI, mengungkapkan apresiasinya atas sambutan hangat Pemkot Malang.
“Kami selalu merekomendasikan Malang sebagai lokasi kegiatan. Selain suasananya mendukung, keramahan dan dukungan pemerintahnya luar biasa,” ungkap Andi.
Keyakinan ini diperkuat oleh prestasi Malang yang baru saja meraih penghargaan dari LAN RI sebagai daerah dengan Indeks Kualitas Kebijakan (IKK) unggul. Gowes Peduli Sumatra menjadi bukti lain bahwa kolaborasi antara pemerintah, instansi, dan komunitas dapat menciptakan kegiatan yang sehat, berdampak ekonomi, dan penuh makna kemanusiaan.(Ams)
Editor : JTV Malang



















