Menu
Pencarian


Berbekal Ilmu dan Ketekunan, Santri Trenggalek Bangun Bisnis Konveksi Rumahan

Simon Bagus - Senin, 6 Juli 2026 16:18
Berbekal Ilmu dan Ketekunan, Santri Trenggalek Bangun Bisnis Konveksi Rumahan
Ahmad Fajar Aziz (27) pemilik usaha konveksi rumahan di Dusun Karangnongko, Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, Senin (6/7/2026).

TRENGGALEK - Di tengah kondisi ekonomi yang masih lesu, seorang santri asal Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, berhasil mempertahankan usaha konveksi rumahannya. Berawal dari keterampilan yang dipelajari sejak duduk di bangku SMP, kini usahanya mampu menyerap berbagai pesanan seragam sekolah hingga pakaian kustom.

Ahmad Fajar Aziz (27), seorang santri Pondok Pesantren Hidayatut Tullab, menjadi sosok penggerak di balik layar yang menjalankan usaha konveksi sejak tahun 2020. Bertempat di kediamannya di Dusun Karangnongko, Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, suara mesin jahit terus bersahut-sahutan setiap harinya demi memenuhi target pasar.

Dari Paksaan Saudara hingga Menjadi Sebuah Kebutuhan

Perjalanan menguasai suatu keahlian sering kali berawal dari arahan keras orang terdekat. Dalam wawancara tersebut, Ahmad menyatakan bahwa motivasi awalnya dalam mempelajari keterampilan kerja murni karena adanya tekanan dari pihak keluarga setalah ia pulang sekolah.

"Awalnya dulu memang paksaan dari saudara untuk ditekankan belajar keterampilan kerja setelah pulang sekolah, diajari gitu,” ungkapnya saat diwawancarai pada Senin (6/7/2026).

Setelah roda berputar ketika ia mulai mempraktikkan ilmu tersebut di dunia nyata. Rasa terpaksa itu perlahan mengikis menjadi kesadaran personal bahwa keterampilan ini sangat penting bagi masa depannya.

”Kemudian setelah itu ke jalan, kan merasakan seakan-akan itu kebutuhan saya. Lanjut saya tekuni. Emang butuh, ya saya tekuni, saya pelajari sampai bisa. Kemudian lambat laun ya jadi seperti ini,” tambahnya.

Konsisten Belajar Sejak SMP hingga Lulus Sekolah

Penguasaan keterampilan ini tidak didapatkan secara instan, melainkan melalui proses bertahun-tahun yang dimulai sejak usia muda. Narasumber mengakui bahwa fondasi awal dari ilmu yang dimilikinya saat ini sudah diletakkan sejak ia masih duduk di bangku sekolah pertama.

"Kalau awal mula mempelajari ilmu ini itu waktu SMP kelas 2. Terus serius menekuni ini itu setelah lulus kuliah,” tutur Ahmad.

Meskipun sudah mencuri strategi sejak lama, fokus dan keseriusan penuh untuk mendalami bidang ini baru benar-benar ia laksanakan setelah ia menyelesaikan seluruh proses pendidikannya di tingkat tinggi.

"Setelah lulus kuliah," jawab singkat Ahmad ketika menegaskan kapan ia mulai serius menekuni keterampilannya hingga menjadi profesi seperti sekarang.

Editor : Iwan Iwe






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.