Menu
Pencarian

Arisan Bodong Biduan Surabaya, Kedekatan Jadi Celah Penipuan

Portaljtv.com - Rabu, 13 Mei 2026 19:08
Arisan Bodong Biduan Surabaya, Kedekatan Jadi Celah Penipuan
Sejumlah biduan korban arisan bodong datangi Rumah Aspirasi Wakil Walikota Surabaya, Armuji. (foto: kompas.com)

SURABAYA - Kedekatan dalam sebuah komunitas sering kali membuat rasa percaya tumbuh lebih cepat. Namun, kondisi tersebut pula yang diduga dimanfaatkan dalam kasus arisan bodong yang menimpa 84 penyanyi dangdut di Surabaya dan sekitarnya.

Total kerugian para korban ditaksir mencapai Rp2,2 miliar setelah skema arisan yang dijalankan disebut fiktif.

Kasus ini bermula ketika Novita Amanda, seorang biduan asal Surabaya, menawarkan arisan kepada rekan-rekan sesama profesinya pada Februari 2026 lalu.

Ia menawarkan skema jual beli arisan dengan iming-iming keuntungan tinggi, mulai dari 20 hingga 50 persen.

Baca Juga :   Kenalan via Media Sosial Berujung Petaka, Warga Surabaya Kehilangan iPhone 16 Senilai Rp17 Juta di Menteng

Pada awalnya, arisan berjalan lancar. Setoran maupun keuntungan yang dijanjikan masih diberikan kepada para anggota sehingga korban tidak menaruh curiga.

Namun, seiring berjalannya waktu, pencairan mulai mengalami keterlambatan. Dari yang semula dilakukan dalam waktu H+1 hingga H+2, pembayaran mulai tersendat hingga akhirnya Novita menghilang.

Kecurigaan korban semakin besar setelah Novita mengakui melalui grup arisan bahwa skema yang dijalankannya selama ini bersifat fiktif.

Baca Juga :   BRI Imbau Waspada Modus Penipuan KUR, Jaga Data Pribadi

Sejumlah korban kemudian mengadu ke Rumah Aspirasi Wakil Wali Kota Surabaya pada Selasa (11/05/26) dan memberikan tenggat waktu pengembalian uang hingga 17 Mei 2026. Jika tidak ada iktikad baik, kasus tersebut akan dibawa ke jalur hukum.

Kasus tersebut menambah daftar panjang praktik arisan bodong yang melibatkan hubungan pertemanan maupun komunitas tertentu.

Dalam banyak kasus, kedekatan sosial membuat seseorang merasa lebih aman saat melakukan transaksi keuangan.

Baca Juga :   Polres Gresik Bentuk Tim Khusus, Buru Dalang SK ASN Palsu ke Kalimantan

Kedekatan Komunitas Jadi Faktor Kepercayaan

Kasus yang melibatkan sesama penyanyi dangdut ini menunjukkan bagaimana hubungan dalam komunitas dapat memengaruhi tingkat kepercayaan seseorang.

Karena berasal dari lingkungan pekerjaan yang sama dan telah saling mengenal, para korban cenderung merasa yakin untuk mengikuti arisan yang ditawarkan.

Baca Juga :   Pecatan ASN Dalang Kasus SK ASN Palsu Ditangkap di Kalteng

Fenomena arisan bodong terus berulang di berbagai daerah.

Skema keuntungan tinggi dalam waktu singkat kerap menjadi daya tarik utama untuk mendapatkan anggota. Di sisi lain, minimnya transparansi juga menjadi celah terjadinya penipuan.

Kedekatan personal sering kali membuat seseorang menurunkan kewaspadaan. Karena pelaku berasal dari lingkungan yang sama, korban merasa tidak perlu memeriksa lebih jauh terkait sistem arisan maupun pengelolaan uang yang dijalankan.

Baca Juga :   Kerugian Mencapai 23 Miliar, Ratusan Warga Sampang Diduga Tertipu Investasi Bodong

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan bersama.

Dalam komunitas yang dibangun atas rasa saling percaya, transparansi tetap menjadi hal penting agar kedekatan tidak berubah menjadi celah penipuan.

Editor : Iwan Iwe






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.