SIDOARJO - Viral di media sosial, penutupan akses jalan di Perumahan Sidokare, Sidoarjo, memicu konflik antarwarga hingga dijuluki “Selat Hormuz Sidokare” oleh warganet.
Sejumlah unggahan video di TikTok memperlihatkan rekaman CCTV seorang lansia berinisial MH (66) menutup jalan menggunakan plang, jemuran, hingga tongkat besi.
Dalam video tersebut, terlihat pengemudi mobil terpaksa mundur karena akses jalan tertutup sebagian. Bahkan, ada warga yang nekat melintas hingga kendaraannya mengalami lecet.
Dampak dari penutupan sepihak ini membuat mobilitas warga terganggu. Mereka harus memutar arah dan menempuh jarak yang lebih jauh.
Baca Juga : Viral, Pria di Probolinggo Lempar Anak Kucing dari Lantai 5 Rusunawa hingga Mati
Ketua RT 53 RW 16 Perumahan Sidokare Asri, Abdul Rofik, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan, insiden viral itu bermula ketika seorang pengguna jalan tidak bisa melintas karena akses tertutup.
“Memang ada salah satu warga yang hendak keluar melewati jalan tersebut, tetapi tidak bisa lewat, lalu merekam kejadiannya,” jelas Rofik.
Rofik menambahkan, aksi tersebut bukan kali pertama terjadi dan kerap memicu keluhan dari warga lainnya.
Baca Juga : Tren Edit Foto ala 80-an dengan ChatGPT, Ini Sisi Minus yang Perlu Diperhatikan
Sementara itu, MH mengaku tindakan tersebut dilakukan untuk menertibkan parkir liar dan mengantisipasi keselamatan cucunya. Ia juga membantah memiliki niat buruk terhadap warga sekitar.
“Tujuan saya hanya satu, mengantisipasi keselamatan cucu saya kalau keluar. Tidak ada saya membenci orang-orang, saya mengerti aturan,” ujarnya.
MH mengklaim bahwa jalan tersebut bukan merupakan fasilitas umum dan menilai tindakannya tidak melanggar aturan.
Baca Juga : Kenapa Kita Betah Menonton Orang Lain Bersiap-Siap? Ini Fenomena di Balik Tren GRWM
“Itu jalan bukan jalan umum kok, saya tidak mengubah fasilitas,” tegasnya.
Ia mengatakan bahwa, jalan tidak ditutup secara total, melainkan menerapkan sistem buka-tutup.
Karena, merasa disudutkan oleh narasi yang viral di media sosial tanpa adanya klarifikasi, MH berencana menempuh jalur hukum. Ia merasa dirugikan oleh penyebaran video CCTV tersebut.
Baca Juga : Diduga Rebut Suami Orang, Wanita di Sampang Dikeroyok hingga Diolesi Cabai
Berakhir Damai Setelah Mediasi
setelah memicu perdebatan dan rencanan akan menempuh jalur hukum, kedua belah pihak sepakat unutk berakhir damai melalui mediasi pada Senin (6/4/2026) sore. Dalam pertemuan itu, suasana yang sempat memanas akhirnya mencair.
Keduanya berjabat saling berjabat tangan sebagai simbol perdamaian. YG sebagai pengunggah vedio meluruskan bahwa niatnya hanya ingin mengedukasi agar tidak ada tindakan sewenang-wenang di lingkungan warga.
Baca Juga : Apa-Apa Diganti Kimpul! Jargon Nyeleneh Ini Bikin Umbi Lokal Mendadak Jadi Bintang Medsos
"Saya tidak ada niat memviralkan, hanya ingin mengedukasi agar di lingkungan itu tidak ada tindakan arogan atau semena-mena," jelasnya.
Kini, dengan berakhirnya polemik dan dibatalkannya rencana jalur hukum, warga berharap tidak ada lagi kejadian serupa. Kesepakatan damai ini menjadi langkah awal untuk kembali menjaga kerukunan di lingkungan Perumahan Sidokare Asri.(luluk listiani)
Editor : Iwan Iwe























