Menu
Pencarian


Kebangkitan Micro-Drama: Ketika Sinema Berdurasi 90 Detik Justru Menggeser Layar Lebar

Portaljtv.com - Jumat, 7 Agustus 2026 14:59
Kebangkitan Micro-Drama: Ketika Sinema Berdurasi 90 Detik Justru Menggeser Layar Lebar
Genggaman ponsel kini menjadi

Bayangkan sebuah drama dengan alur cinta segitiga, pengkhianatan keluarga kaya raya, hingga balas dendam penuh emosi namun semuanya tuntas hanya dalam hitungan menit, cukup digulir dengan satu jempol. Inilah wajah baru hiburan digital yang kini merambah jagat hiburan global: micro-drama, serial berdurasi super singkat yang dirancang khusus untuk layar vertikal ponsel pintar.

Format ini berakar dari tren serial vertikal Tiongkok yang dikenal dengan istilah duanju, kini berevolusi menjadi industri raksasa tersendiri. Setiap episode biasanya berdurasi satu hingga tiga menit, difilmkan dalam rasio 9:16 agar pas digenggam tanpa perlu memutar layar. Model bisnisnya unik: penonton menikmati beberapa episode gratis, lalu membeli koin virtual atau berlangganan untuk melanjutkan cerita mirip mikrotransaksi gim ponsel ketimbang televisi konvensional.

Skala bisnis micro-drama kini sulit diabaikan. Deloitte memproyeksikan pendapatan in-app dari konten ini melonjak dari 3,8 miliar dolar AS (2025) menjadi 7,8 miliar dolar AS pada 2026 lebih dari dua kali lipat dalam setahun. Dua raksasa platform, ReelShort dan DramaBox, bersama-sama menguasai sekitar 70 persen pengeluaran pengguna global, masing-masing telah melampaui 50 juta pengguna aktif bulanan. Indonesia bahkan disebut sebagai salah satu pasar penyumbang pendapatan terbesar secara global untuk kategori ini, tepat di belakang Amerika Serikat dan Jepang.

Guncangan bagi Industri Perfilman Konvensional

Industri hiburan arus utama mulai serius meliriknya. Disney dilaporkan memasukkan DramaBox ke program akselerator mereka, Fox Entertainment membeli saham platform MyDrama, sementara Paramount Skydance, Lionsgate, dan Hallmark mulai menjalin kerja sama konten dengan ReelShort. Bahkan kreator serial legendaris CSI, Anthony Zuiker, kini menulis naskah untuk salah satu platform micro-drama. Fenomena ini turut membuka peluang kerja baru: pemeran utama dilaporkan bisa meraih ribuan dolar per minggu, sesuatu yang jarang ditemukan di industri hiburan konvensional yang serba tak menentu.

Kuncinya ada pada kecepatan dan kepraktisan. Alur cerita dirancang menghantam emosi sejak detik pertama, dengan genre andalan seperti kisah cinta miliarder, drama mafia, hingga balas dendam penuh kejutan. Kebiasaan menonton generasi muda yang sudah terbiasa dengan TikTok dan Reels membuat mereka lebih nyaman mengonsumsi cerita dalam potongan singkat dan padat, dibanding duduk berjam-jam menonton tayangan panjang.

Pergeseran ini menandakan transformasi besar dalam cara masyarakat mengonsumsi cerita dari layar lebar bioskop menuju layar sempit di telapak tangan. Bukan berarti sinema konvensional langsung tergantikan, melainkan lahir irisan baru: rumah produksi besar belajar dari kecepatan format vertikal, sementara platform micro-drama berupaya menaikkan kualitas produksinya agar semakin menyerupai standar sinema profesional. (Naswa Thalita Zada)

Editor : Iwan Iwe





Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.