PROBOLINGGO - Seorang buruh pabrik rokok di Kabupaten Probolinggo selamat dari luka parah setelah helm yang dikenakannya menahan sabetan celurit pelaku begal. Meski berhasil menyelamatkan nyawanya, korban harus kehilangan sepeda motor yang baru dibeli serta tas berisi uang tunai dan telepon genggam.
Korban diketahui bernama Hidayati (35), warga Desa Klenang Lor, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo. Ia menjadi korban pembegalan saat melintas di Jalan Desa Pikatan, Kecamatan Gending, pada Jumat (7/8/2026) dini hari, sekitar pukul 05.00 WIB, ketika hendak berangkat bekerja.
Dalam kondisi masih syok, Hidayati menceritakan dirinya sebenarnya sudah merasa diikuti sejak melintas di kawasan Jalan Klenang. Dugaan itu terbukti ketika para pelaku yang mengendarai dua sepeda motor memepet kendaraannya di jalan yang sepi.
"Ada orang kayak ngikutin saya terus. Pas lewat sini langsung mepet saya. Ada dua orang mukul-mukul kepala saya pakai celurit. Saya tidak luka, cuma helm saya rusak," ujar Hidayati.
Baca Juga : Gubernur Khofifah Salurkan BLT DBHCHT Rp 901 Juta untuk Buruh Pabrik Rokok di Bojonegoro
Korban mengatakan, setelah sabetan celurit mengenai helmnya, ia kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Saat itulah para pelaku langsung membawa kabur sepeda motor Honda Beat warna silver yang baru satu bulan dibelinya dari hasil menabung selama bekerja sebagai buruh pabrik rokok.
Pelaku ternyata belum puas hanya membawa motor korban. Mereka kembali mendatangi Hidayati untuk mengambil tas yang masih dibawanya.
"Saya langsung jatuh. Pelaku sempat membawa motor saya, lalu balik lagi mengambil tas saya. Karena talinya sulit dilepas, dipotong pakai celurit," ungkapnya.
Selain sepeda motor, korban juga kehilangan dompet, uang tunai, dan telepon genggam. Meski sempat melihat wajah salah seorang pelaku karena tidak memakai masker.
"Saya sulit mengingat ciri-cirinya dengan jelas lantaran kejadian berlangsung sangat cepat, "ulasnya.
Menurut korban, kawanan begal tersebut menggunakan dua sepeda motor. Salah satunya Honda Vario yang dikendarai berboncengan, sementara satu pelaku lainnya mengendarai sepeda motor seorang diri.
Sementara itu, Samsuri (60), warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian, membenarkan aksi pembegalan tersebut. Ia menyebut kawasan Jalan Desa Pikatan sudah beberapa kali menjadi lokasi kejahatan serupa dan membuat masyarakat resah.
"Kalau bisa polisi lebih sering patroli dan melintas di lokasi-lokasi rawan begal agar warga tidak terus dihantui rasa takut dan trauma," kata Samsuri.
Ia berharap aparat kepolisian meningkatkan patroli terutama pada dini hingga menjelang pagi hari, karena waktu tersebut dinilai rawan dimanfaatkan pelaku kejahatan.
Pada hari yang sama, sekitar pukul 04.00 WIB, aksi begal juga dilaporkan terjadi di wilayah Kota Probolinggo. Seorang pengendara Honda Scoopy bernama Kartika Dewi Ningtyas, warga Lumajang, menjadi korban perampasan sepeda motor saat melintas di Jalan Ir. Sutami, Kelurahan Kedunggaleng, Kecamatan Wonoasih, ketika hendak menuju Surabaya.
Dua kasus pembegalan yang terjadi dalam satu hari tersebut menambah daftar panjang tindak kejahatan jalanan di wilayah hukum Polres Probolinggo dan Polres Probolinggo Kota. Masyarakat berharap pelaku segera ditangkap dan keamanan di jalur-jalur rawan semakin diperketat agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















