Menu
Pencarian


Mengenal Sistem "Neo Culture Technology": Cara SM Entertainment Merajai Pasar Global

Portaljtv.com - Jumat, 7 Agustus 2026 14:46
Mengenal Sistem "Neo Culture Technology": Cara SM Entertainment Merajai Pasar Global
Mengenal konsep NCT, boy grup dari Korea Selatan (foto: CoppaMagz)

Bayangkan sebuah grup K-Pop tanpa batas jumlah anggota, tanpa formasi tetap, dan bisa terus "bercabang" menjadi unit-unit baru di berbagai negara sekaligus. Konsep yang terdengar mustahil ini justru menjadi fondasi utama salah satu grup paling eksperimental dalam sejarah K-Pop: NCT, singkatan dari Neo Culture Technology.

Konsep unik ini pertama kali diperkenalkan oleh pendiri SM Entertainment, Lee Soo-man, lewat presentasi bertajuk "SMTown: New Culture Technology 2016" di Januari 2016. Intinya sederhana namun revolusioner: sebuah grup dengan jumlah anggota tanpa batas, dibagi ke berbagai sub-unit berdasarkan kota, bahasa, dan konsep musik masing-masing strategi yang dirancang agar NCT bisa "menyerbu" pasar musik global sekaligus, tanpa terikat satu identitas tunggal.

Evolusi Sub-Unit dari Tahun ke Tahun

Sejak debut resmi pada 2016, NCT terus berkembang lewat serangkaian sub-unit dengan karakter berbeda:

Baca Juga :   Dino SEVENTEEN "Berganti Wujud" Jadi Picheolin, Rilis Mini Album Gilboard Penuh Nuansa Nostalgia 90-an

NCT WISH: Penutup Formasi yang Sempat "Tak Terbatas"

Yang membuat kelahiran NCT WISH istimewa adalah statusnya sebagai unit penutup. SM Entertainment resmi mengumumkan bahwa unit berisi enam anggota baru ini akan menjadi sub-unit terakhir NCT, menandai berakhirnya era "jumlah anggota tanpa batas" yang selama bertahun-tahun menjadi ciri khas grup ini. Keputusan ini sekaligus menutup babak eksperimen besar SM Entertainment dalam menciptakan grup yang bisa terus berekspansi tanpa henti.

Perjalanan menuju formasi final ini juga tidak lepas dari dinamika internal. Sepanjang 2024 hingga 2026, sejumlah anggota mengalami perubahan status mulai dari kepergian karena masalah hukum, wajib militer, hingga berakhirnya kontrak eksklusif dengan agensi yang turut membentuk wajah NCT seperti sekarang.

Baca Juga :   Dari Paddock ke Runway: Mengapa Estetika Racing dan Budaya Pop Kini Menyatu?

Di balik kompleksitas strukturnya, konsep NCT terbukti efektif secara bisnis. Hingga pertengahan 2023 saja, gabungan seluruh sub-unit NCT telah mencatatkan lebih dari 32 juta penjualan album, menjadikan mereka salah satu artis dengan penjualan tertinggi di bawah naungan SM Entertainment sekaligus dalam sejarah K-Pop secara keseluruhan. Dengan setiap sub-unit menyasar pasar dan basis penggemar berbeda dari Korea, Tiongkok, hingga Jepang NCT berhasil membuktikan bahwa fleksibilitas struktur bisa menjadi senjata ekspansi global yang jauh lebih efektif dibanding model grup K-Pop konvensional.

Editor : Iwan Iwe






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.