Menu
Pencarian


Viral! Remaja di Buduran Sidoarjo Nekat Telanjang Bulat Saat Terima Pesanan Ojol, Polisi Panggil Orang Tua

Bagoes Ri - Rabu, 15 Juli 2026 22:55
Viral! Remaja di Buduran Sidoarjo Nekat Telanjang Bulat Saat Terima Pesanan Ojol, Polisi Panggil Orang Tua
Pasca viralnya remaja tanpa busana di medsos, anggota Polsek Buduran bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, Kanit Reskrim, serta perangkat desa langsung memanggil remaja yang bersangkutan bersama orang tuanya ke balai desa Dukuhtengah Buduran, Rabu (15/7/2026)

SIDOARJO - Jagat media sosial di Sidoarjo mendadak gempar dengan beredarnya rekaman video amatir berdurasi 57 detik. Video tersebut memperlihatkan aksi tidak senonoh seorang remaja laki-laki yang nekat tampil tanpa busana alias telanjang bulat saat menerima pesanan dari pengemudi ojek online (ojol).

Informasi yang dihimpun, aksi eksibisionis tersebut terjadi di teras sebuah rumah di kawasan Desa Dukuhtengah, Kecamatan Buduran, Sidoarjo pada Selasa siang (14/7/2026).

Dalam potongan video yang viral, remaja berusia 18 tahun itu awalnya tampak santai dalam kondisi bugil dengan posisi tidur tengkurap sambil memeluk guling di teras rumahnya. Kejadian bermula saat remaja tersebut memesan minuman instan seharga Rp 6.800 melalui aplikasi ojol.

Saat pengemudi ojol tiba mengantarkan pesanan, remaja itu tetap santai keluar tanpa mengenakan sehelai benang pun. Pengemudi ojol yang terkejut sempat melayangkan teguran keras kepada pemesan atas kondisinya yang dinilai melanggar norma kesopanan tersebut sebelum akhirnya video itu beredar luas di jejaring sosial.

Merespons keresahan warga net, aparat kepolisian dari Polsek Buduran bergerak cepat mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolsek Buduran, Kompol Sugeng Sulistiyono membenarkan adanya insiden memprihatinkan tersebut. Pihaknya langsung melakukan langkah verifikasi lapangan setelah video tersebut ramai diperbincangkan.

"Pasca viralnya kejadian ini, anggota Polsek Buduran bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, Kanit Reskrim, serta perangkat desa langsung mendatangi lokasi untuk berkoordinasi. Kami juga memanggil remaja yang bersangkutan bersama orang tuanya ke balai desa," ujar Kompol Sugeng, Rabu (15/7/2026).

Di balai desa, pelaku bersama orang tuanya diberikan pembinaan, arahan, serta mitigasi khusus. Upaya ini dilakukan agar perilaku menyimpang tersebut tidak diulangi kembali demi menjaga norma sosial dan etika kesopanan di lingkungan tempat tinggalnya.

Dari hasil pendalaman sementara oleh pihak kepolisian, diperoleh fakta mengejutkan bahwa aksi nekat serupa ternyata sudah dilakukan oleh pelaku sebanyak dua kali. Atas dasar itu, aparat bersama instansi medis akan segera melakukan pemeriksaan kesehatan mental dan fisik terhadap remaja tersebut.

Senada dengan kepolisian, Kepala Desa Dukuhtengah, Chusnul Arofiq menegaskan pihaknya akan melakukan pengawasan ketat dan pendampingan terhadap warganya itu agar masa depannya terselamatkan.

"Kedepan, Pemerintah Desa akan berkoordinasi intensif dengan Puskesmas setempat, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta Polsek Buduran untuk terus memantau perkembangan dan kondisi kesehatan remaja ini," tegas Chusnul Arofiq.

Langkah preventif dan pemeriksaan kesehatan komprehensif ini diharapkan dapat menjadi solusi medis agar perilaku menyimpang tersebut dapat disembuhkan dan lingkungan warga kembali kondusif. 

Editor : Bagoes Ri






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.