KOTA MADIUN - Sebuah truk tronton bermuatan galon air mogok di tengah perlintasan sebidang JPL 136 Kilometer 164+887, antara Stasiun Madiun dan Stasiun Babadan, Selasa (18/8/2026). Akibat kejadian tersebut, jalur kereta api sempat terhalang dan empat perjalanan kereta api mengalami keterlambatan dengan total dampak mencapai 155 menit.
Truk bernomor polisi W 8640 PK tersebut diketahui melaju dari Surabaya menuju Kabupaten Madiun. Kendaraan mengalami gangguan mesin dan berhenti tepat di tengah perlintasan, sehingga menghalangi jalur hulu dan hilir perjalanan kereta api.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.50 WIB. Kondisi truk yang berada di tengah jalur rel dinilai berpotensi mengganggu perjalanan kereta api serta membahayakan keselamatan.
Petugas gabungan dari Dinas Perhubungan, Unit Lantas Polres Madiun Kota, dan PT KAI kemudian melakukan penanganan di lokasi. Petugas juga menerapkan sistem contra flow untuk mengurai kepadatan lalu lintas sambil menunggu proses evakuasi kendaraan.
Tim Jalan dan Jembatan bersama petugas terkait tiba di lokasi sekitar pukul 09.52 WIB dan langsung melakukan evakuasi. Namun, proses tersebut sempat mengalami kendala karena tuas transmisi truk dalam kondisi macet atau terkunci.
Setelah dilakukan penanganan, pada pukul 11.02 WIB tuas transmisi berhasil dibebaskan. Truk kemudian berhasil dievakuasi dari perlintasan dan jalur hulu maupun hilir kembali dinyatakan aman untuk dilalui kereta api dengan kecepatan normal.
Akibat kejadian tersebut, empat perjalanan kereta api mengalami keterlambatan. PLB 7002A Gajayana Tambahan relasi Gambir–Malang terlambat 68 menit, PLB 9A Argo Wilis relasi Surabaya Gubeng–Bandung terlambat 48 menit, KA 5 Argo Semeru relasi Surabaya Gubeng–Gambir terlambat 14 menit, serta PLB 572B BIAS relasi Solo Adi Soemarmo–Madiun terlambat 25 menit.
Pengguna jalan diimbau memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum melakukan perjalanan, terutama saat akan melintasi perlintasan sebidang. Hal tersebut penting untuk mencegah gangguan lalu lintas serta menjaga keselamatan bersama.
Editor : JTV Madiun



















