Pernahkah Anda tanpa sadar menghabiskan waktu berpuluh-puluh menit hanya untuk menonton seorang pembuat konten memilih baju, merias wajah, atau sekadar menyeduh kopi sambil bercerita? Format konten Get Ready With Me (GRWM) telah menjelma dari sekadar video tutorial menjadi salah satu jenis konten paling adiktif di TikTok, Instagram Reels, dan YouTube, dengan tagar #GRWM yang telah dibubuhi lebih dari 100 miliar tayangan di TikTok saja. Padahal, secara konsep, GRWM hanyalah rekaman rutinitas harian yang biasa dan cenderung membosankan. Lalu, apa yang membuat jutaan orang betah menontonnya berulang kali?
Salah satu alasan terbesarnya adalah munculnya hubungan parasosial perasaan dekat secara emosional yang dirasakan penonton terhadap kreator, meski sang kreator sama sekali tidak mengenal mereka secara pribadi. Psikolog spesialis kesehatan mental perempuan, Dr. Rachel Larrain Montoni, menjelaskan bahwa ikatan ini terasa begitu kuat justru karena sifatnya yang intim dan tanpa polesan berlebihan, sesuatu yang jarang ditemukan di jenis konten media sosial lain yang serba dikurasi rapi. Momen bersiap-siap adalah proses transisi dari ranah pribadi menuju ranah publik, dan ketika kreator tampil tanpa riasan atau berbicara jujur soal harinya, batas ruang itu melebur penonton merasa seolah sedang duduk di sudut kamar seorang teman dekat.
Secara visual dan auditori, GRWM juga menawarkan pengalaman menenangkan lewat urutan langkah yang teratur, mulai dari perawatan kulit hingga memadupadankan pakaian. Banyak video GRWM turut mengusung elemen ASMR, seperti suara usapan kuas atau ketukan botol kosmetik, hingga melahirkan subgenre tersendiri yang khusus mengejar sensasi tersebut. Selain itu, penonton kerap menjadikan konten ini sebagai referensi gaya hidup dan estetika, seperti clean girl atau minimalist academic, karena padu padan busana yang ditampilkan langsung terasa jauh lebih realistis dibanding sekadar foto di katalog.
Faktor lain yang tak kalah penting adalah seni bercerita yang dibungkus kasual. Pionir format ini di TikTok, Alix Earle, mempopulerkan gaya bercerita santai sambil bersiap-siap, di mana visual menjadi jangkar perhatian sementara cerita kreator menjadi hiburan utamanya pola yang bahkan dikonfirmasi riset Erasmus University Rotterdam, yang menemukan video GRWM menghasilkan tingkat kepercayaan dan keterikatan parasosial jauh lebih tinggi dibanding video promosi biasa. Pada akhirnya, GRWM membuktikan bahwa di era digital yang serba cepat, hal paling biasa yang dibungkus kejujuran dan kehangatan pribadi justru menjadi hiburan yang paling dicari. (Naswa Thalita Zada)
Baca Juga : Jejak Budaya "Western Aesthetics": Dari Arena Rodeo Hingga Panggung Mainstream Hollywood
Editor : Iwan Iwe



















