Seiring tingginya pertumbuhan penduduk dan pola konsumsi, volume sampah di Mojokampung, Bojonegoro kian meningkat tiap tahunnya. Pada Minggu, 9 Agustus 2026, Kelompok KKN 25 SDGs Bela Negara dari UPN “Veteran” Jawa Timur gandeng Kelurahan Mojokampung dalam solusi pengelolaan sampah berkelanjutan dengan menggunakan teknologi inovasi Kompresa-25.
Program kerja yang dilakukan oleh 25 Mahasiswa dan didampingi oleh Rizqa Ruviana, S.T., M.T selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) ini merupakan solusi sekaligus langkah preventif guna mengantisipasi peningkatan volume sampah rumah tangga, khususnya sampah botol plastik, serta mendorong pengelolaan sampah yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan di tingkat masyarakat, khususnya daerah Mojokampung, Bojonegoro.
Teknologi inovasi Kompresa-25 merupakan inovasi berkelanjutan yang diperkenalkan oleh mahasiswa kelompok 25 KKN SDGs Bela Negara UPN “Veteran” Jawa Timur. Teknologi tepat guna ini tidak hanya mendukung pengurangan volume sampah plastik, tetapi juga berpotensi untuk membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui pengelolaan sampah yang lebih efisien. Teknologi inovasi Kompresa-25 bekerja sebagai Bottle Press yang bekerja dengan memadatkan botol plastik hingga volumenya berkurang secara signifikan. Proses tersebut membuat sampah lebih mudah untuk disimpan, diangkut, dan dijual kepada pengepul nantinya.
Teknologi inovasi Kompresa-25 ini menggunakan sistem tuas manual yang sederhana, sehingga tidak memerlukan listrik dan dapat dioperasikan langsung oleh warga Mojokampung, Bojonegoro. Selain itu, teknologi inovasi ini juga mendukung prinsip pengelolaan sampah berkelanjutan dengan mendorong pemilahan sampah sejak dari sumbernya, mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA), dan meningkatkan nilai ekonomis sampah plastik. Diharapkan, kehadiran teknologi inovasi ini dapat mengurangi volume botol plastik hingga 70-80 persen dan dapat menjadi model pengelolaan sampah yang praktis, mandiri, serta dapat direplikasi di wilayah lain.
“Terima kasih saya ucapkan kepada mahasiswa KKN yang telah melaksanakan program kerja pengelolaan sampah dan pemberian alat Kompresa-25 di Kelurahan Mojokampung. Alat yang sederhana, ramah lingkungan, dan bermanfaat ini sudah bagus. Semoga, alat ini dapat berfungsi dalam pengelolaan sampah berkelanjutan. Tidak hanya di RT 04 RW 01 saja, tetapi, juga pada semua wilayah, khususnya wilayah Mojokampung.” Tutur Arief Fauzi, S.H selaku Lurah Mojokampung, Bojonegoro dalam pengesahan teknologi inovasi Kompresa-25 (11/8/2026)
Program Kerja yang dilakukan oleh kelompok 25 KKN SDGs Bela Negara UPN “Veteran” Jawa Timur ini mendapatkan respon positif dari masyarakat Mojokampung, Bojonegoro. Warga RT 04 RW 01 selaku RT yang menjadi sampling pada kegiatan ini menilai bahwa, hadirnya Kompresa-25 sangat membantu warga dalam pengelolaan sampah di tengah melonjaknya angka produksi sampah tiap tahunnya, khususnya di kelurahan Mojokampung, Bojonegoro. Warga berharap teknologi Kompresa-25 dapat berfungsi dengan baik dan dapat menjadi contoh serta replikasi bagi wilayah lainnya dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.
Baca Juga : Modal Uang THR, Mahasiswa UPN Jatim Sukses Bangun Bisnis Cuci Sepatu 'Lave Shoe Treatment'
Mahasiswa Kelompok 25 KKN SDGs Bela Negara UPN “Veteran” Jawa Timur berharap teknologi inovasi Kompresa-25 ini dapat terus bermanfaat, berkembang, dan tidak berhenti seiring berakhirnya pelaksanaan KKN. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat Mojokampung untuk mewujudkan pengelolaan sampah berkelanjutan serta pengaktifan bank sampah yang mandiri. Dengan demikian, Mojokampung dapat menjadi contoh kelurahan yang berhasil mengelola sampahnya secara mandiri. Hal ini sejalan dengan semangat SDGs dan kontribusi nyata mahasiswa dalam pembangunan berkelanjutan.(*) (Vania Carissa O)
Editor : Iwan Iwe



















