JEMBER - 
Tim mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jember (FK UNEJ) mengembangkan inovasi Griffithsin Fine Drug Delivery System (G-Fine) sebagai upaya mencegah penularan Human Immunodeficiency Virus (HIV) dari ibu hamil kepada bayi.
Inovasi tersebut memanfaatkan protein antivirus Griffithsin yang diproduksi dari tanaman Nicotiana benthamiana, tanaman dari keluarga tembakau yang diangkat sebagai potensi lokal Jember. Griffithsin kemudian diformulasikan dalam bentuk dissolving microneedle patch atau tempelan jarum mikro yang dapat larut.
Ketua tim G-Fine, Lina Liliana, mengatakan teknologi tersebut dikembangkan dengan menggabungkan bioteknologi, nanoteknologi, dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
“Kami mengusulkan pengembangan microneedle patch terlarut berbasis nanoteknologi dan AI yang mengandung Griffithsin, suatu protein antivirus yang diproduksi dari tanaman Nicotiana benthamiana,” kata Lina saat ditemui di FK UNEJ, Senin (18/8/2026).
Menurut Lina, sistem penghantaran obat melalui microneedle dirancang agar penggunaan Griffithsin lebih presisi dan nyaman, sekaligus mendukung potensinya sebagai imunoprofilaksis untuk mencegah penularan HIV dari ibu ke janin.
G-Fine sebelumnya dibawa tim FK UNEJ dalam 5th International Youth Summit (IYS) 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Mei 2026. Dalam kompetisi internasional yang diikuti 39 tim finalis tersebut, tim UNEJ meraih sejumlah penghargaan, termasuk Grand Champion, 2nd Winner, dan Gold Medal.
Tim G-Fine terdiri atas Lina Liliana, Mahdia Imaroh, Oktaviana Rizkia Romadhona, Moh. Rizki Anugrah, dan Muhammad Hanif Rizqi Pratama Rudianto.
Dalam ajang tersebut, mereka mengusung karya ilmiah berjudul “G-FINE: An Innovative Dissolving Microneedle Patch Based on AI-Optimized Griffithsin Nanoparticles from Tobacco Leaf Extract (Nicotiana benthamiana) as a Strategy for Immunoprophylaxis Against Intrauterine HIV Transmission.”
Persiapan penelitian dan kompetisi dilakukan sejak Februari hingga Mei 2026. Selain mengangkat persoalan kesehatan global, tim juga menonjolkan potensi lokal Jember melalui pemanfaatan tanaman dari keluarga tembakau sebagai basis pengembangan inovasi.
Lina mengatakan tim akan melanjutkan riset dan penyempurnaan G-Fine agar inovasi tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut hingga menuju tahap hilirisasi.
“Kami ingin tetap kompak, terus berkarya, dan membawa nama baik UNEJ melalui prestasi di bidang kesehatan maupun keilmuan,” ujarnya.
Pengembangan G-Fine diharapkan tidak hanya memperkuat prestasi akademik mahasiswa UNEJ di tingkat internasional, tetapi juga membuka peluang lahirnya inovasi kesehatan berbasis potensi lokal untuk membantu menjawab tantangan pencegahan penularan HIV.
Editor : JTV Jember



















