KOTA MALANG - PortalJTV - SMK Muhammadiyah 1 Kota Malang semakin mengukuhkan diri sebagai lembaga pendidikan vokasi unggulan yang siap mengantarkan siswanya ke panggung internasional. Komitmen itu ditunjukkan melalui gelaran sosialisasi dan kunjungan kelas bahasa bersama perwakilan Imigrasi Jepang di ruang serbaguna sekolah, Jumat (31/7) pagi.

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 WIB itu dihadiri oleh ratusan peserta, mulai dari pengawas SMK, wali siswa calon pemberangkatan ke Jepang, siswa program kerja SMK Muhammadiyah 1, hingga perwakilan SMP dan SMK rekanan dari berbagai daerah di Indonesia.
Direktur Jepang Akademi SMK Muhammadiyah 1 Kota Malang, Arif Efendi, menyatakan bahwa sekolah yang dipimpinnya tidak hanya berorientasi pada kelulusan nasional, tetapi juga pada penempatan kerja dan studi lanjut di luar negeri, khususnya Jepang.

"Kami ingin menambah kuota bagi anak-anak untuk bisa masuk ke Jepang, baik bekerja maupun kuliah. Ini bentuk komitmen kami sebagai sekolah vokasi yang membuka wawasan global sejak dini," ujar Arif di hadapan peserta.
Menurut Arif, Jepang dipilih bukan tanpa alasan. Dalam pengalamannya menjalin kerja sama dengan Malaysia dan Taiwan, Jepang dinilai paling sesuai dengan karakter siswa Indonesia.

"Budaya Jepang mengajarkan tanggung jawab, disiplin, dan saling menghargai. Hal itu sejalan dengan nilai yang kami tanamkan di sekolah. Kami fokus ke satu negara karena anak-anak sudah banyak yang sukses dan tidak pernah ada masalah berarti," jelasnya.
SMK Muhammadiyah 1 Kota Malang telah memiliki rekam jejak panjang dalam pengiriman siswa ke Jepang. Sejak 2019, sekolah ini rutin memberangkatkan puluhan siswa setiap tahunnya untuk program magang, kuliah, dan penempatan kerja. Pada 2024 saja, tercatat 24 siswa resmi diberangkatkan ke Negeri Sakura.

Bahkan, salah satu siswa yang dikirim bekerja di perusahaan Kimura berhasil mendapatkan proyek di Amerika Serikat. Siswa tersebut menjadi satu-satunya perwakilan dari SMK Muhammadiyah 1 yang menjalani rotasi kerja dua bulan di Jepang dan dua bulan di Amerika.
"Ini menjadi kebanggaan kami dan memotivasi siswa lain untuk meraih kesuksesan serupa," tutur Arif.
Arif mengungkapkan bahwa minat siswa untuk ke Jepang sudah terlihat sejak mereka memasuki kelas 10. Bahkan, ia menyebut antusiasme itu terus bertambah setiap tahun.
"Anak-anak sudah dari awal kepingin ke Jepang, ke Jepang, ke Jepang. Kami tidak bisa tinggal diam, kami harus memfasilitasi," katanya.
Untuk memastikan kesuksesan siswa, sekolah dan pihak Jepang Akademi memberikan pendampingan penuh. Arif mengaku secara rutin terbang ke Jepang setiap tiga hingga empat bulan untuk mengecek kondisi anak didiknya secara langsung.
"Saya pantau gaji mereka, tabungan, dan perkembangan karier. Anak-anak harus didampingi soal pengelolaan uang agar ketika pulang ke Indonesia, mereka punya modal untuk membuka usaha," ungkapnya.
Jika ada siswa yang menyalahgunakan uang, Arif tidak segan memanggil secara pribadi untuk diberikan arahan.

Perwakilan Imigrasi Jepang, Takezawa Atsuko, mengapresiasi kesiapan SMK Muhammadiyah 1 dalam mempersiapkan siswanya. Ia menyebut bahwa kunci utama siswa bisa sukses di Jepang adalah penguasaan bahasa dan keteguhan tujuan.
"Tujuan tidak boleh sekadar ikut-ikutan teman. Siswa harus punya pendirian. Kami melihat siswa SMK Muhammadiyah 1 memiliki minat yang besar dan itu harus diarahkan ke bidang yang tepat," ujar Takezawa.
Takezawa mengingatkan bahwa meski banyak siswa yang tertarik ke sektor pertanian, peluang kerja di bidang tersebut saat ini terbatas. Karena itu, ia menawarkan sektor lain yang lebih terbuka, seperti caregiver (perawat lansia), perhotelan, dan otomotif.
Takahashi, perwakilan lain dari Imigrasi Jepang, menambahkan bahwa kemampuan bahasa Jepang harus terus dilatih. Ia menyarankan siswa membiasakan diri menonton tayangan Jepang tanpa teks terjemahan agar pendengaran dan pelafalan lebih terasah.
Dengan pendekatan terstruktur dan kemitraan yang telah terjalin selama bertahun-tahun, SMK Muhammadiyah 1 Kota Malang berkomitmen menjadi sekolah vokasi unggulan yang tidak hanya menghasilkan lulusan siap kerja, tetapi juga siap bersaing di tingkat internasional.
"Harapan kami, anak-anak yang di Jepang bisa mengembangkan usaha di Indonesia. Dan kepercayaan dari Pemerintah Jepang terhadap SMK Muhammadiyah 1 semakin kuat," pungkas Arif Efendi.(Ali)
Editor : JTV Malang



















