SIDOARJO - Media sosial dihebohkan dengan unggahan video seorang siswi kelas 3 Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pekarungan, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, yang mengaku nyaris menjadi korban penculikan dan perampokan. Video yang diunggah oleh akun TikTok @susilosusanti493 tersebut langsung viral dan telah ditonton lebih dari 70 ribu kali.
Dalam video tersebut, korban yang diketahui bernama Azkaira Madfaatul Asifah (9) menceritakan kronologi menegangkan yang dialaminya bersama sang teman, Shila, saat pulang sekolah pada Jumat (24/7/2026) lalu sekitar pukul 10.00 WIB.
Aksi dugaan kejahatan ini bermula saat Azkaira dan Shila berjalan kaki pulang sekolah menuju gang rumahnya di Desa Pekarungan RT 20 RW 7, Sukodono. Tiba-tiba, mereka didatangi oleh seorang wanita paruh baya (emak-emak) yang mengendarai sepeda motor.
Pelaku kemudian membujuk kedua bocah tersebut untuk ikut naik ke motornya dengan dalih diajak mengukur baju atas permintaan orang tua mereka. Tanpa curiga, kedua siswi SD ini menuruti permintaan pelaku hingga dibawa ke sebuah gang sepi di dekat area persawahan.
Baca Juga : Dugaan Penipuan Haji Furoda, Pengusaha Travel Ladima Tours & Travel Ditetapkan Tersangka
Di lokasi sepi itulah pelaku mulai melancarkan aksi utamanya. Pelaku membujuk Azkaira untuk melepas anting-anting emas yang dikenakannya.
"Saya juga takut waktu itu kok disuruh ganti anting. Aku enggak mau, terus aku sama Shila lari bareng. Akhirnya ketemu Bu Guru, aku cerita habis dibawa orang dan disuruh melepas anting," ujar Azkaira dalam video viral tersebut. Beruntung, reaksi cepat Azkaira yang menolak dan langsung berteriak serta berlari menyelamatkan diri membuat pelaku gagal mendapatkan barang incarannya.
Orang tua korban, Susilo Nur Susanti (43) dan Rudianto (45), mengaku sangat bersyukur buah hati mereka bisa bertindak cerdas di situasi genting. Susanti membeberkan ciri-ciri terduga pelaku yang beraksi tanpa mengenakan masker tersebut berdasarkan kesaksian warga dan anaknya.
Baca Juga : Modus Lowongan Kerja Palsu di Medsos, Pasutri di Mojokerto Diciduk Polisi
"Ciri-cirinya itu ibu-ibu agak setengah tua, umurnya sekitar 45 sampai 46 tahun. Badannya sedang, tidak kurus banget dan tidak gemuk banget," kata Susilo Nur Susanti saat ditemui di kediamannya, Senin (27/7/2026).
Warga sekitar sempat memperhatikan gerak-gerik mencurigakan wanita tersebut, bahkan ada yang sempat mencatat sebagian nomor polisi kendaraannya. Pelaku diduga menggunakan motor dengan pelat nomor wilayah Sidoarjo/Gresik/Mojokerto.
Baca Juga : Modus Tukar Uang, Pria Diduga Curi Rp500 Ribu di Toko Pasuruan
"Pelat nomornya kalau tidak salah sempat ada yang tahu, yaitu W 4075, tapi untuk huruf belakangnya warga tidak ada yang hafal. Kemarin sempat ada saksi mata yang tahu jelas wajahnya di tempat fotokopi, dia tidak pakai masker. Dia pasti bukan warga sini," tegas Susanti.
Informasi dari warga sekitar juga menyebutkan bahwa dalam satu minggu terakhir, diduga sudah ada 3 kejadian serupa di wilayah Sukodono.
Polisi: Bukan Penculikan, Tapi Percobaan Penipuan
Baca Juga : Viral Siswi SD di Sidoarjo Nyaris Jadi Korban Kejahatan Emak-emak, Nopol Motor Pelaku Terdeteksi
Merespons keresahan masyarakat akibat video viral tersebut, jajaran Polsek Sukodono langsung bergerak cepat mendatangi rumah korban untuk melakukan cross-check dan olah TKP.
Kanit Reskrim Polsek Sukodono, Iptu Hasan Yusuf Efendi, menegaskan bahwa peristiwa tersebut bukanlah percobaan penculikan ataupun perampokan dengan kekerasan, melainkan modus penipuan dengan target perhiasan anak-anak.
"Peristiwa yang terjadi sebenarnya bukan percobaan penculikan, melainkan diduga percobaan penipuan dengan sasaran mengambil perhiasan berupa anting yang dipakai korban," kata Iptu Hasan saat dikonfirmasi.
Baca Juga : Waspada UMKM! Pelanggan di Surabaya Palsukan Bukti Transfer Pakai AI Gemini hingga Kuras Rp31 Juta
Hasan menjelaskan bahwa pelaku menggunakan cara membujuk, bukan dengan ancaman fisik atau kekerasan.
Pihak keluarga sendiri tidak membuat laporan polisi secara resmi karena tidak ada kerugian materiil. Kendati demikian, polisi tetap mengusut kasus ini berdasarkan petunjuk pelat nomor dan keterangan para saksi di lokasi kejadian.
Di akhir keterangannya, Iptu Hasan mengimbau kepada para orang tua agar lebih waspada dan mengawasi anak-anaknya saat jam berangkat maupun pulang sekolah. Orang tua juga diimbau agar tidak memakaikan perhiasan yang mencolok atau berlebihan kepada anak saat ke sekolah karena dapat mengundang niat jahat pelaku kriminal.
Editor : Bagoes Ri



















