Petang ini Kita kaget bukan main, ada berita liar tersebar: Polri vs Kejaksaan Agung, Perang.
Benarkah? Ternyata tidak.
Ternyata bukan perang antar Institusi, melainkan hanya ulah segelintir oknum yang kurang mawas diri, kurang pintar berkaca, terlalu jumawa, tanpa disadari menepuk air didulang terpercik muka sendiri.
Semua dipicu oleh salah mengambil momentum, gagal berkoordinasi, lalu merasa hebat sendiri, apa itu?
Lemparan Noda di Hari Bhayangkara
Ketika 1 Juli sejak pagi hingga siang Polri merayakan hari jadi Polri secara megah, dihadiri Presiden, Wapres dan banyak petinggi Negeri.
Pada petang hari Jampidsus Kejaksaan Agung merilis Panangkapan dan Penahanan Perwira Tinggi Polri di kasus MBG.
Apa Polri tidak terima Perwira Polri ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh Kejaksaan Agung?
BUKAN !!!
Polri merasa dinista dan dihina karena penangkapan itu seperti sengaja digunakan untuk menghina Polri. Saat Hari Bhayangkara, Perwira Polri dijadikan tersangka. Hadiah hina buat hari jadi Bhayangkara.
Ini pembelajaran, kalau kotor jangan sok hebat, jangan jumawa, apalagi menista Institusi lainnya yang mestinya bersinergi, bersama menjayakan Bangsa.
Ini ujian kecil bagi Presiden RI, untuk merukunkan kembali para pembantunya agar berpadu bukan beradu. Bersama bahu membahu membangun bangsa maju.
Kasus Korupsi yang menjerat petinggi Kejaksaan biarlah dituntaskan, Presiden RI harus segera bertindak cepat merukunkan Kejaksaan dan Polri.
Selamat bekerja Bapak Presiden RI !!!
Saya percaya Anda Presiden Indonesia Raya.
Salam Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy
Editor : M Fakhrurrozi



















