Menu
Pencarian


Waspada! Angin Gending Terjang Probolinggo, Picu ISPA hingga Risiko Kebakaran

Farid Fahlevi - Rabu, 8 Juli 2026 16:30
Waspada! Angin Gending Terjang Probolinggo, Picu ISPA hingga Risiko Kebakaran
Angin Gending melanda Probolinggo hingga bulan September 2026. (Foto: Farid Fahlevi)

PROBOLINGGO - Fenomena Angin Gending kembali melanda wilayah Probolinggo pada awal Juli. Tiupan angin kencang yang menjadi fenomena tahunan saat musim kemarau ini tidak hanya membuat debu beterbangan, tetapi juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan, pohon tumbang, hingga kebakaran.

Dari pantauan di sejumlah ruas jalan di Probolinggo, embusan Angin Gending membuat daun-daun pepohonan berguguran dan debu beterbangan. Kecepatan angin diperkirakan mencapai sekitar 30 kilometer per jam sehingga mengurangi kenyamanan warga yang beraktivitas di luar ruangan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarif, mengatakan Angin Gending merupakan fenomena yang rutin terjadi setiap musim kemarau, umumnya berlangsung mulai Juli hingga September.

"Fenomena Angin Gending ini merupakan angin musiman yang bertiup cukup kencang. Pada kondisi cuaca yang kering, debu menjadi lebih mudah beterbangan sehingga masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan," ujar Oemar Sjarif, Rabu (8/7/2026).

Baca Juga :   Akhir Pekan, BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah Jawa Timur Dilanda Hujan Petir Disertai Angin Kencang

Menurut Oemar, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), nyeri kepala, demam, dehidrasi, hingga iritasi kulit akibat paparan debu dan cuaca panas.

"Risiko yang paling sering muncul adalah ISPA karena banyak debu yang terbawa angin. Selain itu masyarakat juga bisa mengalami dehidrasi, sakit kepala, demam, bahkan iritasi kulit apabila terlalu lama beraktivitas di luar ruangan," jelasnya.

Selain berdampak pada kesehatan, Angin Gending juga meningkatkan potensi bencana. Embusan angin yang cukup kuat dapat menyebabkan pohon tumbang serta mempercepat penyebaran api apabila terjadi kebakaran lahan maupun permukiman.

Baca Juga :   Angin Kencang Landa Banyuwangi Sebabkan Pohon Tumbang di 13 Titik Lokasi

"Kami juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap potensi kebakaran. Jangan membakar sampah sembarangan dan pastikan tidak ada sumber api yang ditinggalkan, karena angin kencang dapat membuat api cepat membesar," tegas Oemar.

BPBD mengimbau masyarakat agar selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah untuk mengurangi paparan debu. Warga juga disarankan memakai pakaian berlengan panjang, menggunakan tabir surya saat cuaca terik, memperbanyak konsumsi air putih, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan pada siang hari.

"Gunakan masker setiap keluar rumah, cukupi kebutuhan cairan tubuh, hindari paparan sinar matahari langsung, dan segera periksa ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala ISPA atau gangguan kesehatan lainnya," pungkas Oemar Sjarif.

Baca Juga :   Cuaca Jawa Timur Masih Didominasi Hujan, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Angin Kencang

BPBD Kabupaten Probolinggo juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila terjadi pohon tumbang, kebakaran, maupun kondisi darurat lainnya agar dapat segera dilakukan penanganan. (*)

Editor : M Fakhrurrozi






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.