SURABAYA - Satuan Tugas (Satgas) Makanan Bergizi Gratis (MBG) Jawa Timur memastikan sebagian Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di wilayah Jatim telah beroperasi kembali sejak hari pertama masuk sekolah pada tahun ajaran baru. Namun, layanan distribusi makanan bergizi tersebut saat ini baru menyasar para siswa lama, sedangkan siswa baru masih belum bisa terlayani.
Penyaluran program prioritas ini dipastikan sudah berjalan di beberapa daerah operasional utama di Jawa Timur sejak Senin kemarin.
"Semua SPPG di Jatim—terutama di wilayah Surabaya, Lamongan, Tuban, juga Madura—sudah beroperasi melayani para siswa pada awal tahun ajaran baru yang dimulai 13 Juli kemarin," ujar Ketua Satgas MBG Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, usai menemui Duta Besar (Dubes) Spanyol di Surabaya.
Meski demikian, kendala administrasi di awal tahun ajaran baru membuat distribusi belum merata ke seluruh peserta didik.
Baca Juga : Fokus MPLS, Distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Bangkalan Belum Merata pada Hari Pertama Sekolah
"Namun, untuk saat ini SPPG baru menyalurkan MBG untuk siswa lama. Para siswa baru belum mendapatkan jatah MBG karena datanya masih dalam proses pemutakhiran," tambah Emil menjelaskan kendala teknis di lapangan.
Selain masalah pendataan siswa, pihak Satgas juga memberikan penjelasan terkait keberadaan beberapa bangunan fisik SPPG baru yang sudah berdiri tetapi belum diperbolehkan beroperasi.
"Mengenai adanya SPPG baru yang sudah berdiri namun belum beroperasi, hal itu berkaitan dengan adanya kebijakan moratorium. Termasuk juga banyaknya SPPG yang berstatus suspend atau diberhentikan sementara karena mengalami masalah manajemen," jelas Emil saat diwawancarai pada Selasa (14/7/2026).
Baca Juga : Jelang Hari Pertama Sekolah, Ini 5 Tips agar Orang Tua Lebih Tenang Hadapi Program MBG
Seluruh keputusan untuk mengoperasikan kembali unit-unit pelayanan tersebut kini sepenuhnya berada di bawah otoritas pemerintah pusat.
"Semua masuk dalam kewenangan BGN (Badan Gizi Nasional) untuk menentukan kapan bisa kembali beroperasi," pungkasnya.
Emil juga menambahkan bahwa data SPPG yang berstatus suspend sangat dinamis, karena beberapa unit akan langsung dibuka kembali begitu pihak pengelola selesai melakukan perbaikan manajemen internal.
Editor : Iwan Iwe

















