NGAWI - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, melakukan pemantauan langsung terhadap proses pemeliharaan sejumlah ruas jalan provinsi di Kabupaten Ngawi. Langkah ini diambil guna memastikan kenyamanan dan keselamatan para pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.
Pemeliharaan difokuskan pada perbaikan jalan yang mengalami rusak ringan dengan metode overlay—atau penambahan lapisan aspal baru—pada titik-titik lokasi yang mengalami kerusakan.
Proses perbaikan jalan di wilayah Ngawi ini merupakan bagian dari program penataan dan pemeliharaan jalur transportasi darat di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur pasca-perubahan status jalan.
"Secara keseluruhan pada tahun 2025 kemarin, ada sekitar 250 kilometer perubahan alih status jalan yang menjadi kewenangan provinsi. Baik dari jalan kabupaten naik kelas menjadi jalan provinsi, maupun jalan nasional yang turun statusnya menjadi jalan provinsi," ujar Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, saat memberikan keterangan di lokasi pemantauan.
Pemerintah Provinsi Jatim berkomitmen untuk terus menjaga kualitas infrastruktur ini agar mobilitas masyarakat antarkota tidak terganggu.
"Khusus untuk di wilayah Kabupaten Ngawi ini, pemeliharaan kami lakukan dengan metode overlay," tambah Emil, Selasa (14/7/2026).
Perubahan status jalan ini juga dibenarkan oleh dinas teknis setempat. Tercatat ada lima titik jalan utama di area perkotaan Ngawi yang pengerjaan pemeliharaannya kini resmi diambil alih oleh pihak provinsi.
"Ada lima ruas jalan nasional yang saat ini beralih status menjadi jalan provinsi. Total panjang dari kelima ruas jalan tersebut berkisar 7,2 kilometer. Saat ini, ruas jalan yang sedang dilakukan pemeliharaan adalah Jalan Panglima Besar (PB) Sudirman," jelas Kabid Bina Marga DPUPR Ngawi, M. Fauzi Amir Rahman.
Ia menambahkan bahwa seluruh pengerjaan fisik di lapangan saat ini sepenuhnya ditangani oleh tim teknis dari pemerintah provinsi. "Pemeliharaan tersebut langsung dikerjakan oleh Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Timur," pungkasnya.
Editor : Iwan Iwe



















