JEMBER - 
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember bersama Pemerintah Kabupaten Situbondo menggelar Semarak Ekonomi Syariah Sekarkijang (SAMARA) x Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026 pada 14–15 Agustus 2026. Kegiatan ini mendorong pesantren, generasi muda, UMKM, dan pelaku usaha menjadi bagian penting dalam pengembangan ekonomi halal.
Rangkaian kegiatan menjadi bagian dari Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada September di Surabaya.
SAMARA x PQN 2026 menghadirkan sejumlah agenda, mulai dari pameran UMKM, QRIS Experience, seminar nasional, lomba dakwah ekonomi syariah, peragaan busana, sertifikasi halal, business matching pembiayaan syariah, hingga tabligh akbar.
Salah satu agenda utama digelar di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, melalui Seminar Nasional bertema “Akselerasi Ekosistem Halal Menuju Indonesia sebagai Pusat Halal Dunia.”
Seminar menekankan pentingnya keterlibatan pesantren dalam memperkuat rantai nilai halal. Pesantren dinilai memiliki posisi strategis karena dekat dengan masyarakat serta memiliki jaringan pendidikan, sosial, dan ekonomi.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember, Iqbal Reza Nugraha, mengatakan pengembangan ekonomi halal harus dilakukan secara terintegrasi melalui peningkatan literasi, standardisasi, digitalisasi, pembiayaan, serta perluasan akses pasar.
Pesantren juga didorong tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan agama, tetapi dapat berkembang sebagai pusat kewirausahaan santri, produsen, pengelola usaha, serta penggerak ekonomi masyarakat.
Peran generasi muda juga menjadi perhatian. Mereka didorong tidak hanya menjadi konsumen produk halal, tetapi juga mampu menjadi pengusaha, profesional, inovator, dan pencipta solusi dalam industri halal.
Rangkaian SAMARA 2026 juga mencatat sejumlah capaian. Kegiatan literasi ekonomi dan keuangan syariah telah melibatkan lebih dari 620 peserta.
Gerakan Sadar Wakaf melalui SCF Run dan SAMARA Run berhasil menghimpun dana lebih dari Rp100 juta. Fasilitasi sertifikasi halal juga menjangkau lebih dari 50 UMKM serta rumah potong unggas dan rumah potong hewan.
Sebanyak 25 Juru Sembelih Halal mendapatkan sertifikasi kompetensi BNSP. Sementara itu, nilai business matching pembiayaan syariah tercatat mencapai sekitar Rp1,7 miliar.
Lebih dari 500 UMKM juga dilibatkan dalam pameran dan program akselerasi ekonomi syariah. Berdasarkan monitoring selama 14–15 Agustus 2026, total penjualan UMKM melalui berbagai kanal mencapai sekitar Rp188 juta.
Integrasi SAMARA dengan Pekan QRIS Nasional turut diarahkan untuk memperluas transaksi digital. Melalui QRIS Experience, masyarakat memperoleh kesempatan bertransaksi secara langsung menggunakan QRIS, sedangkan pelaku UMKM didorong semakin terbiasa menggunakan pembayaran digital.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Tabligh Akbar bersama K.H.R. Moh. Kholil As’ad Syamsul Arifin di Alun-Alun Situbondo.
Melalui SAMARA x PQN 2026, Bank Indonesia Jember berharap pengembangan ekonomi halal tidak berhenti pada aspek konsumsi dan sertifikasi, tetapi juga terhubung dengan produksi, pembiayaan, teknologi, pemasaran, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, pesantren, lembaga keuangan, UMKM, akademisi, komunitas, dan generasi muda diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi syariah di wilayah Sekarkijang sekaligus mendukung Indonesia dalam pengembangan ekonomi halal global.
Editor : JTV Jember



















