Siapa yang tak kenal dengan aktor asal Inggris, Robert Pattinson. Ia mencapai puncak popularitas melalui peran ikoniknya sebagai vampir Edward Cullen dalam The Twilight Saga (2008–2012) dan Cedric Diggory dalam Harry Potter and the Goblet of Fire (2005).
Berkat peran-peran tersebut, sosok Robert Pattinson begitu melekat dengan pop culture. Namun, ia kemudian mencoba keluar dari zona nyamannya dengan membintangi berbagai film indie yang penuh eksplorasi, seperti Good Time (2017) dan The Lighthouse (2019).
Kini, tahun 2026 menjadi salah satu periode tersibuk dalam karier Robert Pattinson. Setelah melalui masa persiapan yang panjang, jajaran proyek yang ia bintangi sepanjang tahun ini semakin membuktikan bahwa jangkauan aktingnya sangat luas, mulai dari romansa, komedi gelap, hingga sci-fi.
Dalam satu tahun ini saja, Pattinson bermain bersama Zendaya dalam The Drama, film bergenre black comedy romantic thriller yang disutradarai oleh Kristoffer Borgli. Film ini menceritakan dinamika sepasang kekasih yang tengah mempersiapkan pernikahan dan mulai menghadapi berbagai konflik menjelang hari bahagia mereka.
Baca Juga : Bulan Kemerdekaan, Persewaan Proyektor Film Jadul di Jombang Meningkat
Selanjutnya, ada The Odyssey karya sutradara Christopher Nolan. Pattinson bergabung dengan jajaran pemeran bintang seperti Matt Damon, Tom Holland, Anne Hathaway, dan Zendaya dalam adaptasi puisi epik klasik Yunani karya Homer.
Menjelang akhir tahun, Denis Villeneuve juga menghadirkan Pattinson sebagai salah satu karakter antagonis dalam Dune: Part Three. Ia akan memerankan Scytale, sosok dari Tleilaxu yang terlibat dalam konspirasi untuk menjatuhkan Paul Atreides.
Tak hanya menjadi pemeran, Pattinson juga mengambil peran penting di balik layar. Ia menjadi pemeran utama sekaligus produser dalam Primetime, proyek yang diproduksi oleh A24 dan disutradarai oleh Lance Oppenheim.
Baca Juga : Fantastis! Spider-Man: Brand New Day Raup US$1 Miliar dalam Sepekan, Tembus 3,5 Juta Penonton di Indonesia
Dalam proyek tersebut, Pattinson dituntut melakukan transformasi vokal dan gestur yang kaku namun tetap karismatik. Ia memerankan seorang jurnalis investigatif yang memikat sekaligus destruktif, ketika perjuangan mencari keadilan mulai berubah menjadi sebuah komoditas.
Dari banyaknya peran yang berbeda-beda tersebut, Robert Pattinson seolah terus berusaha membuktikan dirinya sebagai aktor yang mampu menjadi apa pun. Ia tidak hanya ingin dikenal melalui satu karakter ikonik, tetapi juga menunjukkan bahwa dirinya mampu mengeksplorasi berbagai karakter dan genre yang berbeda. (Adiybah Fawziyyah)
Editor : Iwan Iwe



















