SIDOARJO - Ketenangan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pucang 1 Sidoarjo mendadak berubah menjadi kepanikan. Plafon ruang perpustakaan sekolah tersebut tiba-tiba ambrol dan hancur berantakan. Insiden ini ditengarai akibat struktur kayu penyangga yang sudah lapuk dan menjadi sarang rayap.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi pada Jumat lalu ini. Namun, dampak kerusakan di lokasi terbilang cukup parah. Material plafon seperti galvalum dan kayu jatuh berserakan memenuhi lantai ruang perpustakaan.
Tak hanya itu, reruntuhan material juga memutus jaringan listrik di ruangan tersebut, serta menghancurkan perabotan penting mulai dari rak buku hingga meja baca.
Mendengar laporan insiden tersebut, Komisi D DPRD Sidoarjo langsung bergerak cepat meninjau lokasi kejadian. Tidak hanya mengecek ruang perpustakaan yang hancur, wakil rakyat ini juga menyisir ruangan lain untuk mengantisipasi ambrol susulan.
Hasilnya cukup mengejutkan. Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, Dhamroni Chudlori, mengungkapkan bahwa kerusakan ternyata tidak hanya terjadi di satu titik.
"Selain di perpustakaan, kerusakan juga terjadi di ruang kelas 3-C, di mana ditemukan plafon yang sudah jebol. Demikian pula dengan ruang komputer, pinggiran atapnya terlihat bekas rembesan air hujan karena bocor. Sementara di ruang UKS, kami dapati atap plafonnya sudah melengkung akibat lapuk," kata Dhamroni usai meninjau lokasi, Senin (10/8/2026).
Melihat kondisi yang membahayakan keselamatan siswa tersebut, DPRD Sidoarjo mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo untuk segera turun tangan. Mereka mendorong agar revitalisasi empat ruangan yang terancam ambrol ini menjadi prioritas utama.
Ambrol nya fasilitas sekolah ini langsung berdampak pada kegiatan belajar mengajar (KBM). Kepala Bidang Mutu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo, Lilik Sulistyowati, menjelaskan bahwa pihak sekolah terpaksa memutar otak agar KBM tetap berjalan.
Pasca-kejadian, pihak sekolah memutuskan untuk membagi jadwal pembelajaran menjadi dua shift atau masuk bergilir. Langkah darurat ini terpaksa ditempuh akibat keterbatasan ruang kelas yang aman dan bisa digunakan oleh para siswa.
Pihak sekolah kini hanya bisa berharap adanya keajaiban dari pemerintah daerah agar renovasi bisa segera menyentuh sekolah mereka.
Kepala SDN Pucang 1 Sidoarjo, Sri Hariyani, berharap proses revitalisasi ruangan-ruangan yang rawan roboh tersebut bisa dikerjakan dalam waktu dekat. Targetnya, perbaikan menyeluruh sudah selesai sebelum cuaca ekstrem datang.
"Kami berharap dalam waktu dekat perbaikan ruangan rawan ambrol bisa secepatnya dilakukan. Minimal revitalisasi dikerjakan sebelum musim penghujan tiba, sehingga risiko atap ambrol tidak terulang kembali dan anak-anak bisa belajar dengan tenang," harap Sri Hariyani.
Editor : Iwan Iwe



















