Menu
Pencarian


Potret Haru HUT ke-81 RI, Upacara Tetap Digelar di Tengah Bencana

Portaljtv.com - Senin, 17 Agustus 2026 17:30
Potret Haru HUT ke-81 RI, Upacara Tetap Digelar di Tengah Bencana
Ilustrasi semangat peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia yang tetap berkobar di tengah kondisi bencana dan bangunan yang terdampak gempa. (Foto: Istimewa)

Perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia pada tahun ini diwarnai oleh pemandangan yang berbeda dan penuh keharuan di sejumlah wilayah Nusantara, Senin (17/8/2026).

Berbagai kawasan di tanah air harus menggelar upacara dan peringatan detik-detik proklamasi di tengah situasi yang sama sekali tidak ideal, mulai dari darurat bencana alam, krisis lingkungan, hingga ancaman erupsi gunung berapi. Kondisi memprihatinkan tersebut nyatanya tidak menyurutkan semangat nasionalisme masyarakat maupun para petugas di lapangan untuk tetap mengibarkan bendera Merah Putih sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada negara.

Salah satu ujian berat dialami oleh warga di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), di mana sebuah gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang kawasan tersebut tepat sehari sebelum perayaan hari kemerdekaan. Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), musibah mematikan tersebut telah meluluhlantakkan wilayah setempat, menyebabkan lebih dari sembilan ratus rumah hancur lebur dan sekitar empat ratus lima puluh bangunan lainnya mengalami kerusakan parah.

Baca Juga :   Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Simalungun Sumatera Utara, BMKG : Tidak Berpotensi Tsunami

Walaupun dikelilingi oleh puing-puing dan reruntuhan bangunan, semangat kemerdekaan warga setempat tidak luntur yang dibuktikan dengan pelaksanaan upacara bendera yang tetap digelar secara khidmat di area Kantor Bupati Manggarai yang juga turut terdampak oleh guncangan gempa bumi tersebut.

Kondisi yang tidak kalah memprihatinkan juga terlihat jelas di Desa Timbulsloko, wilayah Demak, Provinsi Jawa Tengah. Permukiman warga di kawasan tersebut diketahui terendam oleh banjir rob dengan tingkat ketinggian air yang dikategorikan sangat ekstrem. Di tengah genangan air laut yang mengancam ruang hidup mereka, masyarakat setempat tetap menunjukkan kegigihan yang luar biasa dengan menyelenggarakan sebuah kegiatan yang disebut Upacara Rakyat Timbulsloko.

Dalam pelaksanaan upacara yang tidak biasa tersebut, para warga turut membentangkan sebuah spanduk bernada reflektif sekaligus wujud protes terhadap kerusakan alam yang bertuliskan pesan bahwa tidak ada kemerdekaan di planet yang mati, menyoroti krisis ekologi yang menimpa tempat tinggal mereka.

Baca Juga :   Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Flores NTT : Peringatan Tsunami Sudah Dicabut

Pemandangan penuh haru lainnya juga datang dari para penyintas bencana alam banjir dan tanah longsor tahun 2025 di daerah Gunung Nago, wilayah Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat. Kendati hingga saat ini mereka masih harus bertahan hidup dengan menempati hunian sementara (huntara), tekad para penyintas untuk menghormati jasa para pahlawan kemerdekaan tetap menyala melalui pelaksanaan upacara bendera di kawasan tempat tinggal darurat tersebut.

Selain itu, di wilayah Pemulutan Barat, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, pasukan pemadam kebakaran juga menggelar upacara bendera di tengah lahan yang hangus terbakar. Pasukan berseragam merah tersebut menyempatkan diri untuk memberikan penghormatan kepada bendera negara sesaat sebelum mereka kembali bekerja berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan.

Sementara itu, di Bukit Klangon, Yogyakarta, pengibaran bendera Merah Putih juga dilakukan tepat di lereng Gunung Merapi yang saat ini masih berada dalam status siaga. Berbagai potret perayaan kemerdekaan di tengah kepungan bencana ini menjadi bukti nyata bahwa kecintaan terhadap Republik Indonesia mampu melintasi batas kesulitan dan ujian alam yang sedang mendera masyarakat di berbagai penjuru negeri. (Tengku Abdillah Ayyub)

Baca Juga :   Dua Rumah Rusak di Trenggalek Akibat Gempa Pacitan

Editor : Iwan Iwe





Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.