PONOROGO - Ribuan warga dan wisatawan memadati kawasan Telaga Ngebel, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, pada peringatan Satu Suro, Selasa pagi. Mereka datang untuk menyaksikan Tradisi Larung Sesaji yang menjadi agenda tahunan sekaligus bagian dari rangkaian peringatan Tahun Baru Islam di Bumi Reog.
Puluhan buceng berisi hasil pertanian dan perkebunan warga diarak mengelilingi Telaga Ngebel sebelum didoakan bersama. Tradisi tersebut merupakan wujud rasa syukur masyarakat atas hasil bumi dan rezeki yang diperoleh selama satu tahun terakhir.
Suasana semakin meriah saat memasuki prosesi purak buceng atau pembagian hasil bumi kepada masyarakat. Ribuan warga yang telah menunggu sejak pagi langsung berdesakan untuk memperebutkan isi buceng yang diyakini membawa berkah, kelancaran rezeki, dan keberuntungan.
Salah seorang warga, Mariyem, mengaku sengaja datang untuk mengikuti tradisi tersebut. Menurutnya, selain menjadi hiburan, Larung Sesaji juga memiliki nilai budaya dan spiritual yang masih dipercaya masyarakat.
Baca Juga : 32 Dapur MBG di Ponorogo Berhenti Beroperasi, 11 Unit Disuspend BGN
"Setiap tahun saya datang ke Telaga Ngebel untuk menyaksikan Larung Sesaji. Alhamdulillah tadi bisa mendapatkan hasil bumi dari buceng. Kami percaya ini membawa berkah dan rezeki bagi keluarga," ujar Mariyem.
Rangkaian Tradisi Larung Sesaji berhasil menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah. Sepanjang kegiatan berlangsung, kawasan wisata Telaga Ngebel dipadati pengunjung yang ingin menyaksikan secara langsung prosesi budaya tersebut.
Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, mengatakan Tradisi Larung Sesaji merupakan warisan budaya yang telah dilaksanakan secara turun-temurun dan menjadi bagian penting dalam peringatan Satu Suro di Ponorogo.
Baca Juga : Lomba Lukis Tote Bag Jadi Kampanye Kurangi Sampah Plastik
"Tradisi Larung Sesaji Telaga Ngebel merupakan budaya leluhur yang terus kami lestarikan. Selain sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kegiatan ini juga menjadi daya tarik wisata yang mampu mengangkat potensi daerah dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Ponorogo," kata Lisdyarita.
Pemerintah Kabupaten Ponorogo berkomitmen untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi tersebut agar tetap menjadi identitas budaya daerah sekaligus daya tarik wisata unggulan yang mampu menarik wisatawan dari berbagai wilayah.
Editor : JTV Madiun



















